Kamis 21 May 2026 22:30 WIB
MUI kecam penangkapan WNI peserta GSF oleh Israel.
Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto
Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin (tengah) memberikan keterangan usai rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin saat menghadiri rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Erick Yusuf (kiri) memberikan keterangan usai rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin (kanan) memberikan keterangan usai rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin (tengah) memberikan keterangan usai rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin bersama peserta rapat konsolidasi yang hadir memberikan keterangan usai rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026). Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional. (FOTO : Republika/Prayogi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia menggelar rapat konsolidasi terkait penculikan WNI peserta Global Sumud Flotilla oleh Israel di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta, Selasa (21/5/2026).
Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan tegas dan keras mengutuk penangkapan relawan kemanusiaan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Zionis Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, serta prinsip hukum internasional.
sumber : Republika
Berita Lainnya
.png)
1 hour ago
1
















































