Mahasiswa Indonesia di AS Bangun Platform Belajar AI Gratis

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) mengembangkan platform pembelajaran kecerdasan buatan AI gratis bernama Nusantara AI Institute. Platform ini dibuat untuk memperluas literasi AI di Indonesia yang dinilai masih belum merata.

Platform berbasis website tersebut dikembangkan oleh mahasiswa Indonesia di sejumlah kampus di Amerika Serikat, salah satunya Oliver Tedja dari Boston University bersama Johannes Simanjuntak dan rekan lainnya.

Mereka menyediakan berbagai kursus AI gratis yang dapat diakses siapa saja selama memiliki koneksi internet, tanpa dibatasi lokasi, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.

Oliver mengatakan, pengembangan Nusantara AI Institute bertujuan membangun ekosistem talenta digital Indonesia yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi AI.

“Melalui program edukasi yang praktis dan mudah diakses, kami ingin masyarakat Indonesia mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab,” kata Oliver dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan, platform tersebut juga menjadi bagian dari upaya diaspora Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Tanah Air, khususnya di bidang teknologi.

Nusantara AI Institute resmi diluncurkan pada 27 Maret 2026 melalui forum dialog di Konsulat Jenderal Indonesia di New York. Acara itu turut dihadiri Konsul Jenderal Indonesia di New York Winanto Adi, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Presiden USINDO Society David Merril, hingga mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake.

Saat ini, platform Nusantara AI Institute menawarkan lebih dari 20 kursus terkait kecerdasan buatan. Materinya mencakup pengenalan AI dasar, AI untuk bisnis, hingga teknik machine learning dan prompt engineering.

Program AI untuk bisnis difokuskan pada pemanfaatan AI untuk otomatisasi pekerjaan dan peningkatan efisiensi operasional. Sementara materi AI teknik ditujukan bagi peserta yang ingin memahami sistem teknologi AI lebih mendalam.

Hingga kini, jumlah pengguna platform yang dapat diakses melalui naii.co disebut telah menembus lebih dari 1.000 pengguna, mayoritas berasal dari Indonesia.

Pengembangan platform tersebut juga mendapat dukungan dari Aether AI, perusahaan berbasis venture studio dan venture capital yang fokus mengembangkan produk dan startup kecerdasan buatan.

Dalam peluncuran platform itu, Sandiaga Uno mengatakan literasi AI akan menjadi kemampuan dasar yang dibutuhkan di masa depan.

“Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Robert Blake menilai penguasaan AI akan menjadi faktor penting dalam dunia kerja, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan. Menurut dia, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pembelajaran.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |