REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– NATO menyatakan tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk memahami rencana penarikan pasukan dari Jerman, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Berlin terkait krisis Timur Tengah.
Langkah tersebut menyusul keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump yang berencana menarik sekitar 5.000 personel militer AS dari Jerman, sebagaimana disampaikan Pentagon pada Jumat. Proses penarikan ini diperkirakan akan berlangsung dalam kurun enam hingga 12 bulan.
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Trump mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz. Pemimpin Jerman itu sebelumnya menyatakan bahwa Iran telah “mempermalukan” Washington dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan aliansi tersebut saat ini berupaya memahami rincian keputusan Amerika Serikat terkait perubahan postur militernya di Eropa.
“NATO bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman,” ujar Hart dalam pernyataannya di platform X.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian tersebut menegaskan kembali pentingnya peran negara-negara Eropa dalam memperkuat kapasitas pertahanan mereka sendiri. Menurutnya, sekutu NATO telah berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai lima persen dari produk domestik bruto.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menilai langkah Washington tersebut sebagai sesuatu yang “dapat diprediksi”. Ia menegaskan bahwa Eropa perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanannya sendiri.
Dalam wawancara dengan Kantor Berita Jerman (DPA), Pistorius menekankan bahwa kehadiran pasukan AS di Eropa, khususnya di Jerman, selama ini tetap penting bagi kedua pihak, baik Berlin maupun Washington.
Namun demikian, ia menyatakan bahwa untuk mempertahankan hubungan transatlantik yang kuat, NATO perlu menjadi lebih “Eropa”, dengan kontribusi yang lebih besar dari negara-negara anggota di kawasan.
“Kita orang Eropa harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan kita,” ujarnya.
Hart juga menegaskan bahwa NATO tetap percaya diri dalam kemampuannya menjaga pencegahan dan pertahanan kawasan, seiring dorongan menuju apa yang disebut sebagai “Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat”.
sumber : Xinhua
.png)
9 hours ago
7
















































