Laba Produsen Jet Tempur J-10 Melonjak Setelah Konflik India-Pakistan

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, CHENGDU -- AVIC Chengdu Aircraft Co., produsen jet tempur yang terkenal dalam konflik India-Pakistan pada Mei 2025, mencatatkan laba rekor sepanjang tahun lalu. Pun penjualan kuartal pertama 2026 hampir berlipat ganda, sebagaimana laporan Bloomberg.

Pendapatan produsen jet tempur J-10 tersebut naik 15,8 persen menjadi 75,4 miliar yuan atau sekitar Rp 191,2 triliun pada 2025. Angka itu menunjukkan laba naik 6,5 persen menjadi 3,4 miliar yuan atau sekitar Rp 8,6 triliun, kata produsen jet tersebut dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/4/2026) malam waktu setempat.

Keduanya merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai perusahaan yang berbasis di Chengdu, China tersebut, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Penjualan kuartal pertama perusahaan juga naik hampir 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi luar biasa AVIC Chengdu Aircraft Co mencerminkan bukan sekadar pertumbuhan korporat, tetapi mempertahankan struktur dalam pasar pertahanan global. Saat ini, sistem yang terbukti dalam pertempuran semakin mengatasi dominasi tradisional Barat dalam segmen ekspor pesawat tempur.

Para analis menelusuri lonjakan penjualan tersebut hingga bentrokan Mei 2025 antara India dan Pakistan, yang berlangsung sekitar empat hari. Hasil kemenangan Pakistan menandai ujian nyata yang jarang terjadi terhadap perangkat keras militer modern China.

Konflik tersebut dipicu oleh serangan India yang menargetkan infrastruktur militan setelah serangan terhadap warga sipil di Pahalgam, Jammu dan Kashmir. Pakistan merespons dengan pencegatan udara dan serangan balasan, yang meningkatkan konfrontasi menjadi keterlibatan multi-domain.

Pakistan mengeklaim, jet temput J-10CE buatan China dan JF-17 Thunder yang diproduksi bersama memainkan peran kunci dalam pertempuran udara. Islamabad melaporkan, beberapa pesawat India ditembak jatuh, termasuk Dassault Rafale buatan Prancis. India membantah klaim tersebut dan mengatakan, mereka juga menimbulkan kerusakan pada pesawat Pakistan, yang dibantah oleh Pakistan.

Pada Januari 2026, China secara resmi mengkonfirmasi bahwa jet tempur J-10CE telah meraih kemenangan tempur pertamanya. Hal itu turut membuat profil perusahaan meningkat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |