Eko Suryo Pranoto
Pendidikan | 2026-08-19 07:23:33
Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan. Pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan oleh jalur formal maupun non formal dan informal.
Beberapa aspek pendidikan anak usia dini mencakup pengasuhan, pembiasaan, dan pengenalan belajar. Pengasuhan bertujuan untuk menjaga anak dari dampak negatif perbuatan anak seperti tindakan berbahaya maupun pelecehan dari orang yang lebih dewasa, baik fisik, oral, maupun psikolog. Pembiasaan merupakan perangkat adaptasi anak terhadap lingkungan sosialnya, lebih luas dengan hidup dan kehidupan.
Pembiasaan mempelajari perilaku hidup sehat, tata krama, dan nilai-nilai budaya bangsa yang harus dipatuhi oleh anak. Pengenalan belajar merupakan persiapan anak untuk belajar pada jenjang berikutnya, sekolah dasar. Pada pendidikan anak usia dini sangat tidak dianjurkan memaksa anak untuk belajar.
Dalam pendidikan Islam, pendidikan merupakan hal utama dalam mempelajari kehidupan manusia dan ciptaan-Nya. Pendidikan Islam tak luput dari para pendidik yang mengajarkan tentang adab dan keilmuan lainnya. Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensi didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa).
Pendidik dalam Islam merupakan pewaris para nabi. Pendidik memiliki tempat yang paling mulia dalam Islam maupun dalam pemerintahan di masa kejayaan Islam. Para sultan di masa kejayaan Islam mencari para pendidik yang kompeten dalam keilmuannya. Mereka memberikan seorang guru yang terbaik untuk mendidik anak-anaknya. Banyak juga kita temui kisah para imam-imam pada usia dini belajar dengan para guru besar. Bukan hanya belajar tentang agama, tetapi mereka juga belajar tentang adab dan keilmuan lainnya.
Dalam melaksanakan pendidikan Islam, peranan pendidik sangat penting artinya dalam proses pendidikan. Itulah sebabnya Islam sangat menghargai dan menghormati orang-orang yang berilmu pengetahuan yang bertugas sebagai pendidik, karena mereka memiliki ilmu pengetahuan untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
Pendidikan adalah upaya membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani. Untuk merealisasikan pelaksanaan pendidikan pada anak usia dini pera pendidik hendaknya senantiasa mencari berbagai metode yang efektif dalam mempersiapkan dan membantu pertumbuhan anak usia dini. Ada beberapa metode pendidikan Islam yang dapat diterapkan pada kegiatan pendidikan terhadap anak usia dini.
Keteladanan merupakan metode yang sangat penting bagi anak usia dini. Seyogyanya kedua orang tua menjadi teladan bagi anak dalam hal kejujuran, istiqamah dan sebagainya. Hendaknya kedua orang tua melakukan apa yang mereka katakan. Diantara perkara yang penting dalam pendidikan anak usia dini adalah kedua orang tua menunaikan shalat dihadapan anak mereka, sehingga anak mempelajari shalat secara praktik dari kedua orang tuanya. Contoh lainnya adalah menahan amarah, menyambut tamu dengan baik, berbakti kepada orang tua, menyambung silahturahmi dan lain sebagainya.
Keteladanan menjadi faktor penting dalam menentukan baik buruknya pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Jika pendidik dan orang tua jujur, dapat dipercaya, berakhlak mulia, berani dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan agama, maka si anak akan tumbuh dalam kejujuran, terbentuk dengan akhlak mulia, berani dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan agama.
Keteladanan merupakan perintah langsung dari Allah “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik nagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (keteladanan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab: 21)
Ayat diatas menjelaskan bahwa uswatun hasanah yang dimaksud adalah perbuatan baik yang dicontoh. Ayat diatas juga merupakan prinsip utama dalam meneladani Rasulullah baik dalam ucapan, perbuatan maupun sikap dan perilakunya. Islam telah menyajikan pribadi Rasul sebagai suri tauladan terus-menerus bagi seluruh pendidik. Rasul merupakan teladan bagi pendidik yang wajib diteladani bagi setiap pendidik.
Semoga dengan adanya keteladan yang dilakukan oleh orang tua akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak usia dini. Dan semoga anak usia dini menjadi generasi penerus bangsa yang mengamalkan nilai-nilai keislaman dan bermanfaat untuk seluruh bangsa Indonesia.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu bangsa. (Foto Pribadi)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
.png)
2 hours ago
2








































