REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — SMAIT Nur Hikmah Bekasi mengantarkan angkatan perdananya menapaki gerbang perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sebanyak 51 persen siswa berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Sebaran kampus tujuan siswa cukup beragam dari ITB, UI, Unpad, Unair, IPB University, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, hingga berbagai perguruan tinggi negeri favorit lainnya . Sementara itu, siswa yang belum lolos melalui jalur SNBT masih terus berjuang melalui seleksi jalur mandiri di berbagai perguruan tinggi. Pihak sekolah optimistis jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri akan terus bertambah seiring berlangsungnya berbagai tahapan seleksi tersebut.
Kepala SMAIT Nur Hikmah Bekasi, Farkhatun, dalam keterangan tertulisnya, Selasa(2/6/2026), menyampaikan capaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang yang dilalui bersama selama tiga tahun. "Sebagai angkatan perdana, anak-anak ini memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah SMAIT Nur Hikmah. Mereka bertumbuh bersama sekolah yang juga sedang bertumbuh. Mereka menjadi saksi sekaligus pelaku dari setiap proses yang kami bangun,"kata Farkhatun.
Dia melanjutkan, keberhasilan ini bukan sekadar angka 51 persen diterima di PTN, melainkan simbol bahwa mimpi besar yang dirintis sejak awal mulai menemukan bentuknya. "Kami bersyukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya dan berterima kasih kepada yayasan, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah membersamai perjuangan ini,"lanjut dia.
Salah seorang siswa yang berhasil lolos SNBT mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kampus impian terasa seperti rangkaian doa yang perlahan dijawab oleh Allah SWT. "Kami adalah angkatan pertama. Tidak ada kakak kelas yang bisa menjadi contoh karena kami sedang menulis cerita itu sendiri. Tiga tahun di Nur Hikmah mengajarkan bahwa kesuksesan tidak lahir dari hasil instan, tetapi dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus, dari nasihat guru yang berulang-ulang, dari doa orang tua yang tak pernah berhenti, dan dari pertolongan Allah yang datang pada waktu terbaik. Saat nama kami dinyatakan lolos, rasanya bukan hanya tentang diri kami sendiri, tetapi tentang semua orang yang telah membersamai perjalanan ini,"kata dia.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Marketing Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Agusriwarman, S.E., M.Pd., menilai bahwa capaian ini menjadi bukti penting bahwa kualitas sebuah sekolah tidak hanya diukur dari usia lembaganya, tetapi dari kesungguhan dalam membangun sistem pendidikan yang kuat dan kolaboratif. Menurut dia, keberhasilan angkatan perdana ini sekaligus menjadi pesan kepada masyarakat bahwa SMAIT Nur Hikmah hadir dengan komitmen untuk membangun generasi masa depan yang unggul secara akademik dan kokoh secara karakter.
"Di dunia pendidikan, kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun melalui proses dan dibuktikan melalui karya. Hari ini, karya itu ditunjukkan oleh para siswa angkatan perdana SMAIT Nur Hikmah. Mereka telah menjadi duta terbaik sekolah dengan membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan melalui ikhtiar yang terarah. Bagi kami, capaian ini bukan sekadar prestasi siswa, tetapi juga validasi atas kepercayaan orang tua yang telah menitipkan putra-putrinya kepada Nur Hikmah. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa pendidikan yang baik lahir dari sinergi antara keluarga, sekolah, dan nilai-nilai yang ditanamkan secara konsisten," ungkapnya.
Di balik angka-angka keberhasilan tersebut, kata dia, ada ribuan jam pembelajaran, ratusan lembar latihan soal, puluhan program pendampingan, dan tak terhitung jumlah doa yang dipanjatkan dalam sujud-sujud panjang.
Menurut Agusriwarman, capaian SNBT 2026 ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah kerja kolektif. Ketika yayasan memberikan arah, sekolah menghadirkan sistem, guru membersamai dengan ketulusan, orang tua menguatkan dari rumah, dan siswa berjuang dengan sungguh-sungguh, maka lahirlah hasil yang melampaui sekadar kelulusan.
Dia melanjutkan, angkatan perdana SMAIT Nur Hikmah telah menorehkan sejarah. Mereka adalah generasi pertama yang membuka jalan, dan jejak mereka akan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas yang akan melanjutkan estafet perjuangan di masa mendatang.
.png)
1 day ago
20

















































