Tim Okezone
, Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |08:12 WIB

Indonesia di Forum PBB (foto: dok ist)
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong agenda kependudukan dan pembangunan global dalam Sidang, ke-59 Komisi Kependudukan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Commission on Population and Development/CPD) yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, pada 13–17 April 2026.
Delegasi Indonesia dipimpin Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bonivasius Prasetya Ichtiarto. Dalam pernyataan nasionalnya, Indonesia menyampaikan telah meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025–2045 yang diperkuat melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tahap pertama 2025–2029.
Kebijakan tersebut diimplementasikan hingga tingkat daerah guna memastikan isu kependudukan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan lintas sektor. Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral untuk menghadapi tantangan global, termasuk transisi demografi dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Selain itu, Indonesia menyoroti pentingnya transformasi digital dan penguatan riset dalam pembangunan kependudukan yang inklusif. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperluas akses layanan pendidikan dan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, sekaligus menyiapkan tenaga kerja menghadapi era kecerdasan buatan dan otomasi.
Di bidang tata kelola, pemerintah juga terus mengembangkan Sistem Data Sosial Ekonomi Nasional Terpadu untuk mendukung kebijakan berbasis bukti. Sistem ini memungkinkan identifikasi kelompok rentan secara lebih presisi dan perumusan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
9 hours ago
4
















































