Harga Avtur Naik, Industri Logistik Mulai Beralih ke Jalur Laut

3 hours ago 2

Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Swiss-Belinn Cawang, Jakarta, Selasa (6/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Logistik Digital Economy Indonesia (ALDEI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Swiss-Belinn Cawang, Jakarta, Selasa (6/5/2026). Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor logistik maritim nasional sekaligus menjaga stabilitas industri logistik di tengah dinamika ekonomi global.

Penandatanganan dilakukan Ketua ALDEI Imam Sedayu Pusponegoro bersama Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse. Dalam keterangannya, Imam mengatakan kerja sama tersebut merupakan respons terhadap tekanan industri logistik akibat krisis geopolitik global dan kenaikan biaya logistik udara, terutama dipicu lonjakan harga avtur.

“Kondisi global yang tidak menentu serta kenaikan harga avtur berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya logistik udara. Hal ini mendorong perlunya alternatif yang lebih stabil dan efisien melalui optimalisasi logistik maritim,” ujar Imam.

Menurut dia, kenaikan harga avtur dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan lonjakan tarif pengiriman udara, khususnya pada sektor e-commerce dan pengiriman cepat.

Selain itu, pelaku usaha mulai mengalihkan distribusi ke jalur laut guna menekan biaya operasional di tengah tekanan margin bisnis logistik.

Imam menambahkan, kenaikan biaya distribusi juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat karena berdampak pada harga barang di tingkat konsumen.

Melalui kemitraan tersebut, ALDEI dan ASDP berkomitmen mengembangkan ekosistem logistik laut yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan logistik maritim, pengembangan model bisnis logistik berbasis laut, edukasi pemanfaatan jalur laut, hingga penyusunan kajian strategis bersama antar pemangku kepentingan.

Menurut Imam, logistik maritim memiliki keunggulan dari sisi kapasitas dan efisiensi biaya, terutama untuk pengiriman barang skala menengah hingga besar.

“Indonesia adalah negara kepulauan. Sudah seharusnya logistik laut menjadi tulang punggung distribusi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan jalur laut yang lebih optimal sehingga biaya logistik dapat ditekan dan distribusi barang menjadi lebih merata,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |