GSF Desak Internasional Tekan Israel Bebaskan Dua Pemimpin Pelayaran Sumud Flotilla

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Global Sumud Flotilla (GSF) mendesak komunitas internasional agar memerintahkan Zionis Israel membebaskan dua aktivis Thiago Avila dan Seif Abukeshek. Kedua aktivis kemanusian itu hingga saat ini masih ditahan setelah tentara penjajahan zionis melakukan penyerangan dan pembajakan kapal-kapal sipil Sumud Flotilla yang berlayar di perairan internasional dekat Yunani menuju perairan Gaza, Palestina, Rabu (29/4/2026) malam.

"Kami menuntut pembebasan segera Seif Abukeshek dan Thiago Avila," begitu tuntutan yang disampaikan GSF melalui saluran resmi yang diterima Republika, Sabtu (2/5/2026). GSF menyampaikan pembajakan, dan penculikan yang dilakukan militer zionis terhadap armada kemanusian Sumud Flotilla disertai dengan penyiksaan dan brutalisme. Sebanyak 175 dari kurang lebih 800 aktivis pelayaran Sumud Flotilla menjadi korban.

Mereka mengalami pemukulan, pemoporan dengan gagang senjata api, dan kesengajaan untuk penghilangan nyawa. Sejumlah dokumentasi yang disampaikan GSF, para aktivis pelayaran mengalami patah tulang hidung, dan lengan, luka-luka memar pada sebagian wajah, dan pelipis mata, sampai patah lengan. Militer angkatan laut penjajahan zionis membajak 22 kapal. Satu kapal, sengaja dirusak pada bagian mesin dan telekomunikasi, dengan membiarkan satu aktivis terombang-ambing di Laut Mediterania.

Sebanyak 21 kapal Sumud Flotilla juga dibiarkan di perairan Laut Mediterania tanpa peserta pelayaran. Sedangkan sekitar 33 kapal kemanusian lainnya, kembali ke perairan Pulau Kreta di Yunani. Sejumlah aktivis yang ditangkap saat pembajakan, dibawa ke daratan Yunani untuk dideportasi. Akan tetapi sekitar 56 aktivis pelayaran dari Turki, dan Malaysia, serta dari beberapa negara Eropa lainnya dievakuasi ke Istanbul.

Ratusan aktivis lainnya, hingga kini masih berada di Yunani mempertahankan hak berada di negara itu berdasarkan keberlakukan visa schengen. Namun mereka melakukan mogok makan, dengan menuntut pembebasan Seif dan Thiago. Dari sejumlah kesaksian dari para peserta pelayaran mengatakan, Seif dan Thiago saat ditangkap dari atas kapal mengalami penyiksaan, dan brutalisme. 

"Saksi mata para peserta pelayaran memberikan kesaksian yang mengerikan tentang jeritan Seif Abukeshek yang terdengar di seluruh kapal saat ia disiksa secara sistematis, setelah dipisahkan dari yang lain," begitu menurut GSF. Seif, merupakan warga negara Spanyol-Swedia, namun berkebangsaan Palestina asal Nablus. Sedangkan Thiago merupakan aktivis kemanusian asal Brasil. Keduanya mengambil peran sebagai pemimpin pelayaran Sumud Flotilla menembus blokade Gaza tahun ini.

Hingga saat ini, Seif dan Thiago tak diketahui keberadaannya. Namun dari informasi yang dihimpun GSF, meyakini Seif dan Thiago berada di Kapal Nahshon milik militer zionis. Tentara zionis dikabarkan akan membawa Seif dan Thiago ke Ashdod untuk selanjutnya menjadi tahanan Zionis Israel. "Kegagalan untuk bertindak sekarang tidak hanya membahayakan keselamatan nyawa Seif Abukeshek dan Thiago Avila, tetapi juga semakin mengikis kredibilitas hukum internasional dalam menghadapi kekejaman yang terus berlanjut di Gaza," begitu pernyataan GSF.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |