
Ilustrasi.
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa bumi di Laut Banda, Maluku Barat Daya, Maluku, dengan kekuatan M 5,2 pada Senin (25/5/2026) pukul 17:23:58 WIB.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono (atau Wijayanto)* dalam keterangan tertulisnya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter pemutakhiran (update) dengan magnitudo M 4,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,59° LS, 128,67° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 115 km arah timur laut Maluku Barat Daya, Maluku, pada kedalaman 120 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Laut Banda.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ungkapnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Damer, Maluku Barat Daya, dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), serta daerah Mdona Hyera, Maluku Barat Daya, dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu).
Hingga pukul 17:32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
7 hours ago
4
















































