Jakarta (ANTARA) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menegaskan komitmennya mendukung kebutuhan transisi energi dan konektivitas digital Indonesia, melalui sinergi infrastruktur digital dan transisi energi yang bertanggung jawab.
Komitmen diwujudkan melalui percepatan adopsi energi baru dan terbarukan (EBT), transformasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta perluasan infrastruktur digital melalui solusi AI dan pemerataan akses informasi.
"Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur," ujar Wakil Presiden Direktur DSSA Lokita Prasetya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Dalam praktik pertambangan berkelanjutan, perseroan telah mengimplementasikan akselerasi elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB), yang memangkas biaya operasional sekaligus memelopori transisi menuju green mining di sektor pertambangan.
Dalam portofolio EBT, perseroan mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi 1 gigawatt (GW) di KEK Kendal, serta pengembangan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti.
Dengan potensi mencapai 440 megawatt (MW), perseroan kini tengah mengakselerasi eksplorasi di enam wilayah, di antaranya Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, serta Sulawesi Tengah.
"Guna memperkuat kapabilitas teknis dan operasional, DSSA juga menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha Energy Development Corporation (EDC)," ujar Lokita.
Kemudian, perseroan memperkuat bisnis di sektor infrastruktur digital dan teknologi melalui kemitraan dengan iFLYTEK untuk mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di Indonesia, termasuk pengembangan berbagai solusi AI (AI use-case) & kapabilitas analitik berbasis LLM (Large Language Model) SPARK.
Sinergi tersebut dirancang untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih cerdas dan efisien di berbagai sektor industri terutama kesehatan, pendidikan, serta telekomunikasi dan digital infrastruktur.
"Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses," ujar CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST) Marlo Budiman.
Saat ini, perseroan telah mengoperasikan jaringan fiber optik sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Selain itu, penguatan infrastruktur didukung oleh pengembangan jaringan data center nasional yang mencakup 24 Edge Data Center di 23 pasar strategis dari Medan hingga Manado untuk memastikan pemrosesan data dengan latensi rendah.
Lebih lanjut, perseroan tengah menyiapkan Flagship Hub Jakarta SMX01, sebuah fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas awal 18 MW di jantung CBD Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester II 2026.
Perseroan melihat peluang pasar masih terbuka besar, dengan sekitar 50 juta masyarakat yang belum terlayani internet secara optimal dan potensi pasar telekomunikasi nasional mencapai sekitar 29 miliar dolar AS.
Sementara itu, pasar fixed broadband sendiri diproyeksikan tumbuh sekitar 10 persen setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Direktur DSSA David Audy melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi artifical inteligence (AI), yang mana adopsi AI ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata.
"Karena itu DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus mempercepat pengembangan portofolio energi rendah emisi seperti geothermal," ujar David.
Dengan fondasi tersebut, David mengatakan perseroan berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI di Indonesia.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
1

















































