Ditraktir Bakso Raksasa oleh Pengusaha Madura

6 hours ago 4

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah

REPUBLIKA.CO.ID, Pagi itu, Ahad (19/4/2026), seorang pria Indonesia terlihat mondar-mandir di depan Astoneast Taiba Hotel di Madinah. Sesekali, ia terlihat akrab berbincang dengan manajer hotel, seorang Arab, dan kali lain ia terlihat duduk di lobi hotel tersebut.

Saya yang tengah disibukkan mengambil foto dan video suasana sekeliling hotel tersebut pun tertarik untuk menyapanya. Sobirin (62 tahun), nama pria tersebut, pun mengangguk dengan ramah. 

"Saya sudah lebih dari 25 tahun berada di sini, sejak krisis moneter tahun 1998," ujar Sobirin mengawali perbincangan.

Ia mengaku sedang menunggu sang istri, Rosidah (55 tahun) yang tengah mempersiapkan katering untuk jamaah haji asal Indonesia yang akan berdatangan ke Madinah mulai 22 April 2026. 

Suami-istri asal Madura tersebut memang sukses mengembangkan bisnis katering di bawah jaringan Astoneast Taiba Hotel. Kateringnya termasuk ke dalam salah satu dari 23 dapur yang diajak kerja sama pemerintah Indonesia sebagai penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia tahun ini.

"Awalnya, saya kerja serabutan di sini. Mulai dari sopir hingga pembantu. Namun alhamdulillah sekarang sudah nyaman dengan bisnis katering," kata Sobirin.

Perjalanannya hingga bisa berbisnis katering pun tak mudah. Ia pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang wanita asal Maroko yang galaknya bukan main. Sang istri, yang menyusul ke Saudi beberapa tahun setelahnya, pun pernah berjualan makanan di pinggir jalan di depan hotel.

"Dulu, saat masih miskin, tidak ada orang Indonesia yang mau menyapa kami, termasuk para tetangga kami sendiri di kampung. Mereka pura-pura tidak kenal," kata Sobirin.

Namun, kini berbeda ceritanya. Ia dan istrinya sudah bisa tinggal di rumah dengan biaya sewa 25 ribu riyal per tahun (sekitar Rp 114 juta) dan memiliki sebanyak 150 orang karyawan.

Orang-orang di kampung halamannya pun mulai menaruh hormat kepadanya. Beberapa tetangganya pun sempat melamar kerja kepadanya, meskipun tidak semuanya piawai bekerja. 

"Ada yang sudah sampai sini, minta bekerja sama saya, tetapi bekerjanya asal-asalan. Sudah begitu, minta gaji tinggi," tutur Sobirin.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |