Dari Ambon ke Banda Neira, Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke Rumah

5 hours ago 4

Vio, Account Officer (AO) PNM Mekaar.

REPUBLIKA.CO.ID, MALUKU TENGAH – Perjalanan menuju rumah-rumah warga menjadi bagian dari keseharian Violend Trintje Ory. Dari mes tempatnya tinggal, perempuan 23 tahun itu harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit untuk menjangkau kelompok nasabah yang didampinginya di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah.

Bagi Vio, perjalanan tersebut bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Ia datang ke wilayah kepulauan itu setelah mendapat penugasan dari Ambon untuk membuka Unit Banda, unit baru dan pertama milik PNM di Banda Neira.

Tantangan Vio tidak hanya soal jarak, tetapi juga memperkenalkan PNM yang belum dikenal bagi sebagian masyarakat. Ia pun mendatangi rumah-rumah warga secara langsung untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan program PNM Mekaar.

"Awal kami masuk, mereka ragu. Kami tidak memaksakannya bagi mereka yang terasa ragu. Tapi kami rangkul yang percaya sama kami untuk prosesnya ke depan," ujarnya.

Menurut Vio, pendekatan kepada masyarakat membutuhkan kesabaran dan komunikasi. Ia tidak hanya berbicara dengan calon nasabah, tetapi juga berusaha memahami kondisi dan sudut pandang keluarga untuk membangun kepercayaan secara perlahan.

Di sisi lain, sebagai petugas lapangan, Vio juga harus menghadapi tantangan geografis. Untuk menjangkau wilayah tertentu, ia ersama rekan-rekannya harus menyeberang laut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Keterbatasan tersebut tidak membuat aktivitas pendampingan berhenti. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan di wilayah seberang, Vio dan rekan-rekannya memilih berjalan kaki, sementara informasi mengenai PNM perlahan menyebar melalui warga yang telah bergabung sebagai nasabah.

Bagi Vio, menjadi Account Officer (AO) PNM Mekaar bukan hanya tentang menjangkau calon nasabah, tetapi juga melihat langsung perubahan dalam kehidupan para ibu yang didampinginya. Salah satu pengalaman yang membekas bagi Vio adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |