BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026, Transformasi Data Melalui AI dan Satelit

17 hours ago 8

BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026, Transformasi Data Melalui AI dan Satelit

BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026, Transformasi Data Melalui AI dan Satelit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) meraih penghargaan dalam ajang Digital Innovation Awards (DIA) 2026 yang diselenggarakan iNews Media Group. BPS menyabet penghargaan untuk kategori Digital Innovation In Public Services. 

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan BPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan berbagai sumber data alternatif untuk memperkuat akurasi statistik nasional.

Transformasi digital di tubuh BPS kini telah merambah ke seluruh lini proses bisnis, mulai dari tahap perencanaan hingga ke tangan pengguna data. Penggunaan teknologi terkini menjadi kunci bagi instansi ini untuk menghasilkan data yang lebih cepat, murah, dan akurat di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.

Pemanfaatan kecerdasan buatan kini diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan statistik, mulai dari sensus ekonomi hingga berbagai survei rutin lainnya. Institusi ini telah mengadopsi AI guna mengoptimalkan efisiensi kerja di lapangan maupun di ruang pengolahan data.

"Kalau dari sisi kegiatan-kegiatan sensus, survei sampai sensus ekonomi, kemudian survei-survei di dalamnya ada penggunaan proses AI, mulai dari data collection, data processing, data analisis, sampai dengan diseminasi. Artinya, memberikan kepada masyarakat bentuknya bisa AI untuk menggambarkan data tersebut dan sebagainya," kata Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS Setia Pramana 
di iNews Tower, Jakarta, Jumat (22/5/2026) 

Selain mengoptimalkan AI, BPS juga melakukan terobosan dengan memanfaatkan Mobile Positioning Data (MPD) sebagai sumber data alternatif di luar metode konvensional door-to-door. 

Bekerja sama dengan operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL, BPS mampu memotret pergerakan wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, migrasi antarwilayah, hingga pola komuter antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi secara lebih riil.

Inovasi ini juga menyentuh sektor pertanian dengan penggunaan citra satelit untuk memantau produktivitas lahan padi di Indonesia secara remote. Metode yang dikembangkan bersama BRIN, akademisi, serta lembaga internasional seperti FAO dan PBB ini memungkinkan BPS memantau fase pertumbuhan padi, mulai dari masa tanam hingga siap panen, tanpa harus terkendala akses geografis yang sulit.

Langkah strategis ini diambil untuk meminimalisir beban responden dan menekan biaya operasional yang tinggi pada metode survei lapangan tradisional. Pendekatan berbasis sensor dan teknologi canggih ini telah mulai diuji coba secara mendalam dalam beberapa tahun terakhir guna memastikan metodologi yang dihasilkan benar-benar solid.

"Kalau yang inovasi mobile phone sudah dari tahun 2018, sedangkan untuk satelit sudah digunakan tiga tahun yang lalu karena metodologi tidak bisa dilakukan hanya satu-dua tahun saja. Tahun ini sebenarnya sudah firm kita lakukan untuk harapannya kita bandingkan dengan survei dan sensus, sehingga tahun depan atau bahkan tahun ini kita bisa jadikan ini menjadi data utama untuk produktivitas padi," kata Setia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |