REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Umat Islam seluruh dunia saat ini tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Pertanyaan seputar hukum masturbasi pun kerap muncul di tengah pelaksanaan ibadah wajib ini.
Apakah masturbasi membatalkan puasa jika dilakukan pada siang hari?
Instruktur Warisan Islam di Fakultas Pendidikan Kuwait dan Imam Masjid Dahiat As-Sabahiyya, Syekh Hamid Al-Ali menjelaskan, Ramadhan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, setiap Muslim seharusnya memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
“Bulan ini istimewa karena kita seharusnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan melakukan amal kebaikan dan menjauhi amal keburukan,” ujarnya dikutip Republika dari Aboutislam, Jumat (20/2/2026).
Ia mengingatkan, selama bulan suci ini, seorang Muslim hendaknya fokus pada membaca Alquran, melaksanakan shalat tarawih, bersedekah, berzikir, serta memperbanyak istighfar. Bukan hanya menjauhi yang haram, seorang Muslim wajib menghindarkan diri untuk memikirkan hal-hal yang dapat menjerumuskan pada perbuatan dosa.
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan Muhammad dan dicatat oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa celaka orang yang mendapati Ramadhan namun tidak meraih ampunan Allah.
Menurut Syekh Hamid Al-Ali, masturbasi di siang hari Ramadhan membatalkan puasa. Hal ini merujuk pada hadis yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa harus menahan diri dari makan, minum, dan hasrat seksual karena Allah SWT.
Karena masturbasi termasuk dalam bentuk pemenuhan hasrat seksual, maka perbuatan tersebut membatalkan puasa apabila dilakukan pada siang hari Ramadhan.
.png)
1 week ago
3















































