AS Tarik Pasukan dari Eropa, Jerman Bergeming

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penarikan 5.000 pasukannya dari Jerman, kemarin. Eropa menyatakan siap menghadapi penarikan pasukan tersebut.

Kekuatan pasukan AS saat ini di Jerman saat ini berjumlah sekitar 40.000 personel. Pada Sabtu, Trump mengatakan kepada wartawan di Florida: “Kami akan mengurangi jumlah tersebut, dan kami akan mengurangi lebih dari 5.000.” 

The Guardian melansir, para pejabat AS telah menyatakan bahwa tim tempur brigade militer yang sudah dikerahkan di Jerman akan ditarik dan rencana penempatan batalion artileri jarak jauh ke negara tersebut akan dibatalkan, dan kemungkinan akan melibatkan pasukan lain. 

Menurut Pusat Data Tenaga Kerja Pertahanan AS, terdapat 68.000 personel militer aktif yang ditugaskan secara permanen di pangkalan-pangkalan di Eropa. Penarikan pasukan lebih lanjut dapat memicu konflik dengan Kongres AS yang, tahun lalu, menetapkan bahwa kekuatan pasukan di Eropa tidak boleh berada di bawah 76.000 personel. 

Kongres menetapkan tolok ukur tersebut setelah penarikan brigade tahun lalu dari Rumania, dan kedua partai mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut evaluasi yang cermat sebelum melakukan “perubahan signifikan terhadap struktur perang kami”.

Sejauh ini, NATO sedang berusaha untuk “memahami rincian” keputusan AS untuk menarik tentara dari Jerman. Pemerintah Jerman berusaha untuk mengecilkan dampak buruk dari tindakan Trump, dengan menggambarkannya sebagai tindakan yang “sudah diantisipasi”, dan merupakan pengingat akan perlunya Eropa untuk berinvestasi dalam pertahanannya sendiri. 

Penarikan AS, yang menurut Pentagon akan dilakukan dalam enam hingga 12 bulan ke depan, terjadi setelah Merz mendapat kritik atas perang Trump dengan Iran dan cara Trump menangani pembicaraan berikutnya dengan Teheran.

Kanselir mengatakan pada Senin pekan lalu bahwa AS “dipermalukan” oleh para pemimpin Iran. Trump dengan cepat merespons, mengatakan Merz “tidak tahu apa yang dia bicarakan”, dan segera setelah itu mengemukakan kemungkinan penarikan pasukan. 

Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan pada Sabtu bahwa aliansi tersebut “bekerja dengan AS untuk memahami rincian keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman”.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengumuman penarikan tersebut merupakan tindakan sepihak, dengan sedikit atau tanpa koordinasi dengan sekutu Washington di Eropa. “Penyesuaian ini menggarisbawahi perlunya Eropa untuk terus berinvestasi lebih banyak di bidang pertahanan dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan bersama,” kata Hart di media sosial. 

Ia mencatat bahwa sekutu NATO telah membuat kemajuan sejak menyetujui tahun lalu untuk menginvestasikan 5 persen PDB di bidang pertahanan guna menghadapi ancaman yang semakin besar dari Rusia. Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan rencana penarikan AS dari pangkalan di Jerman menunjukkan “kita harus memperkuat pilar Eropa di dalam NATO".

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |