Antara Self-Love dan Jebakan Impulsif

6 hours ago 3

Image Dilya Ku

Curhat | 2026-07-08 18:47:33

Oleh : Dinda Aprildilya Chaniago

Sumber : Milenialis.id

Kata "treat yourself" sekarang telah menjadi frasa populer bagi banyak orang yang mengalami hari-hari yang melelahkan. Setelah menjalani minggu yang penuh dengan tekanan kerja, tenggat waktu yang ketat, atau drama sehari-hari, membeli segelas kopi susu yang lezat, memesan makanan cepat saji, atau membawa pulang barang yang sudah lama kamu inginkan di keranjang belanja online terasa seperti sebuah hak yang sepenuhnya wajar. Hal ini sering kali dibingkai sebagai bentuk cinta diri atau penghargaan terhadap segala usaha yang telah dilakukan. Namun, batas antara menghargai diri dan tindakan boros yang impulsif sering kali sangat kabur.

Tanpa kita sadari, frasa "treat yourself" dapat bertransformasi menjadi alasan untuk pengeluaran yang egois dan tidak terencana. Ketika kita berada dalam situasi stres, otak kita secara otomatis mencari cara cepat untuk mendapatkan dopamin—hormon yang membuat kita merasa bahagia. Meskipun membeli sesuatu yang baru atau jajan memberikan kepuasan sejenak, sayangnya, efek positif ini biasanya hanya bertahan selama beberapa jam atau hari sebelum akhirnya menghilang.

Masalah baru dapat timbul saat tagihan muncul atau ketika melihat saldo rekening yang kurang memadai di pertengahan bulan. Alih-alih merasa tenang dan dihargai, kamu justru merasa bersalah dan stres mengenai keuangan yang baru. Jika ritual treat yourself berakhir dengan tekanan karena pengeluaran yang berlebihan, maka inti dari mencintai diri sendiri sebenarnya telah sirna. Kamu tidak benar-benar merawat diri, melainkan menumpuk masalah untuk dihadapi nanti.

Oleh karena itu, penting untuk mendefinisikan kembali arti "treat yourself" dengan cara yang lebih bijaksana. Memberi penghargaan kepada diri sendiri tidak selalu berarti melakukan pengeluaran uang atau menghabiskan banyak uang. Tidur siang yang nyaman di akhir pekan, berjalan di taman yang hijau, membaca buku favorit sambil menikmati teh di rumah, atau mematikan pemberitahuan ponsel selama beberapa jam adalah cara untuk menghargai diri yang sangat berharga, memberi dampak positif bagi kesehatan mental, dan sepenuhnya gratis.

Jika kamu masih ingin memberi diri sendiri sesuatu yang berbentuk barang, kuncinya ada pada perencanaan. Buatlah anggaran bulanan khusus untuk penghargaan diri antara 5% hingga 10% dari pendapatanmu, dan patuhi batas tersebut. Ketika pengeluaran tersebut telah direncanakan dengan baik, kamu dapat menikmati setiap uang yang dihabiskan dengan rasa tenang tanpa rasa bersalah. Pada akhirnya, bentuk treat yourself yang terbaik adalah keputusan yang memberikan kebahagiaan untuk pikiranmu hari ini, tanpa mengorbankan stabilitas finansialmu di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |