REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Henggar Budi Anggoro mengatakan, anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan Provinsi Jateng tahun ini menurun drastis. Hal itu menyebabkan upaya perbaikan jalan di wilayah tersebut belum optimal.
Pernyataan Henggar turut terkait dengan adanya aksi protes warga di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, soal rusaknya kondisi Jalan Randublatung-Cepu pada Ahad (31/5/2026). Dalam aksi tersebut warga menanam pohon pisang pada lubang yang tersebar di beberapa titik Jalan Randublatung-Cepu.
Henggar mengaku sempat memantau aksi protes warga Randublatung pada Ahad lalu. Dia menghormati tindakan warga. Menurut Henggar, pihaknya akan segera melakukan tender untuk proses perbaikan di ruas jalan tersebut.
Kendati demikian, Henggar mengakui bahwa anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan di Pemprov Jateng tahun ini telah menyusut signifikan. “Secara keseluruhan, alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang untuk penanganan ruas jalan ini ada kurang lebih Rp320 miliar,” katanya ketika diwawancara, Senin (1/6/2026).
Anggaran tersebut harus dibagi untuk seluruh ruas jalan provinsi di Jateng. “Total ruas jalan yang menjadi jalan provinsi Jawa Tengah ada 2.440,12 kilometer,” ujar Henggar.
Dia mengungkapkan, jika dibandingkan tahun lalu, anggaran untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan provinsi di Jateng telah menurun drastis. Karena pada 2025, anggarannya hampir mencapai Rp1 triliun.
“Salah satunya karena di satu sisi dana transfer ke daerahnya juga menurun tajam. Ada kurang lebih Rp1,5 triliun yang untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucap Henggar.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi kendala bagi Pemprov Jateng untuk mengoptimalkan pemeliharaan dan perbaikan jalan provinsi. “Kondisi alokasi di kita yang berkurang sangat jauh kan, akhirnya kita enggak bisa berbuat banyak,” katanya.
Merespons aksi protes warga, Henggar mengaku telah mendiskusikan perbaikan Jalan Randublatung-Cepu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Hal itu karena ruas jalan tersebut memang merupakan tanggung jawab Pemprov Jateng.
Henggar mengatakan, untuk perbaikan Jalan Randublatung-Cepu, Pemprov Jateng mengalokasikan Rp5,2 miliar. Panjang Jalan Randublatung-Cepu adalah 7,5 kilometer. “Tapi yang kerusakannya parah ada 2,6 kilometer,” ujarnya.
Dia mengakui, anggaran yang dialokasikan Pemprov Jateng tidak akan mampu memperbaiki seluruh kerusakan Jalan Randublatung-Cepu sekaligus. “Nanti kita coba hitung. Bisa saja itu (anggaran yang dialokasikan) hanya mampu (memperbaiki) 500 atau 600 atau 700 meter. Nanti kita coba lihat hitungannya,” kata Henggar.
Menurut Henggar, proses tender untuk proyek perbaikan Jalan Randublatung-Cepu akan segera dilakukan. “Kan sudah kita alokasikan anggarannya. Kita sekarang tinggal melakukan langkah-langkah percepatan saja di dalam penanganannya. Mudah-mudahan nanti bisa cepat sesuai dengan yang kita rencanakan,” ucapnya.
Dia mengatakan, Jalan Randublatung-Cepu merupakan salah satu ruas jalan provinsi yang perbaikannya diprioritaskan. Henggar pun mengakui bahwa jalan tersebut sudah cukup lama tidak diperbaiki. “Lama, sebenarnya itu sudah lama. Terakhir tahun lalu yang sudah dilakukan itu sebenarnya sambungannya itu. Ini hanya lanjutan dari yang kemarin sudah diresmikan oleh Pak Gubernur tahun 2025 pembuatannya,” ujar Henggar.
.png)
2 hours ago
1

















































