Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku, sebagian anggarannya masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
![]()
Anggaran Kemenkes Masih Diblokir Kemenkeu, Ini Tanggapan Menkes Budi (FOTO:Dok Ist)
IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku, sebagian anggarannya masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dia pun meminta Kemenkeu untuk menarik anggarannya saja dibanding Kemenkes tak bisa memakai dana tersebut.
Hal itu diungkapkan Budi dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Mulanya, Budi menyampaikan, tingkat serapan Kemenkes 2025 terendah dalan sejarah, yakni hanya 42,9 persen.
"Penyebabnya kenapa? Karena anggarannya dikasih itu diblokir Rp12,3 triliun. Jadi tidak bisa dipakai anggarannya. Dikasih anggaran, tapi tidak bisa kita dipakai, ya, tidak bisa kita cairkan," ujar Budi dalam rapat.
Budi menyebut, capaian serapan Kemenkes bisa menjadi tinggi bila anggaran yang terblokir dihilangkan dari pagu. Bahkan, realisasinya mencapai 90-93 persen.
Dari jumlah Rp12,3 triliun anggaran yang diblokir Kemenleu, Budi mengatakan, sebagian besar dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Lanjutan.
"Jadi Bapak-Ibu bisa lihat, paling banyak terjadinya itu di kesehatan lanjutan, itu blokirnya cukup besar. Kemudian di kesehatan primer juga ada order triliunan, dan Ditjen Farmasi dan Alkes, ya. Itu yang terjadi blokirnya besar-besar, sama P2P. Jadi menyebabkan kenapa realisasinya jadi rendah," tutur Budi.
Merujuk data Kemenkes, sedianya ada Rp6,112,6 miliar anggaran terblokir untuk pengadaan obat dan skrinning PHTC TB; Rp1.069 miliar non quicknwin; Rp710,7 miliar PHTC PKG; Rp708 miliar BLU; Rp321,2 miliar untuk skrinning hipotiroid kongenital (SHK); Rp185,1 miliar untuk PNBP; dan Rp42,7 miliar untuk PHTC RC.
Kendati dana masih terblokir, Budi mengkritik langkah Kemenkes. Menurutnya, anggaran itu lebih baik dihilangkan bila ujungnya diblokir.
"Kalau diblokir, jangan dibilang itu dikasih anggarannya dong. Lebih baik di Juni ditarik aja kalau mau. Jadi jangan seakan-akan anggarannya tinggi tapi kita nggak bisa pakai," ujar Budi.
"Karena even sebagian pun penyerapan kita ada yang agak terlambat karena blokirnya baru dibuka bulan November. Sehingga ya nggak punya waktu kita untuk bisa merealisasikan anggaran tersebut," tutur dia.
(kunthi fahmar sandy)
Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi
Follow Berita IDX Channel di
.png)
18 hours ago
6
















































