
Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin (foto: Okezone)
JAKARTA - Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, menilai narasi menakutkan soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu kepanikan masyarakat, termasuk aksi panic buying di sejumlah SPBU.
Alim menyebut, informasi yang tidak akurat berpotensi memperkeruh situasi.
Pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi pandangan pakar politik ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, yang sebelumnya menyebut Indonesia tengah menuju pintu krisis atau resesi.
“Prof juga harus memberikan informasi yang benar ke masyarakat. Jangan sampai justru menakut-nakuti. Karena faktanya, narasi ketakutan ini memicu panic buying, orang jadi antre di SPBU,” ujarnya dalam Program Rakyat Bersuara, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir beredar luas informasi di media sosial terkait rencana kenaikan BBM per 1 April. Namun, menurutnya, kabar tersebut tidak terbukti.
“Artinya per 1 April, dari dua-tiga hari terakhir, isu BBM naik itu tidak benar. Ada sejumlah influencer yang menyebarkan informasi serupa sehingga membuat masyarakat khawatir,” katanya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
5 hours ago
3















































