Wisata Berbasis Pengalaman Jadi Tren Baru, Klive Beach Club Bidik Wisatawan Premium di Uluwatu

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Tren pariwisata Bali mulai bergeser dari sekadar menawarkan hiburan menuju pengalaman wisata yang lebih menyeluruh. Konsep tersebut diusung Klive Beach Club di kawasan Uluwatu, Badung, Bali, yang menggabungkan panorama tebing, akses pantai, kuliner, seni budaya, hingga aktivitas bahari dalam satu destinasi. 

General Manager Klive Beach Club Simone Coletta mengatakan, perubahan preferensi wisatawan membuat pengelola destinasi perlu menghadirkan pengalaman yang lebih utuh, bukan hanya tempat menikmati matahari terbenam atau pesta.

"Industri beach club di Bali sedang memasuki fase yang lebih matang. Tamu tidak lagi hanya mencari tempat untuk duduk, berenang, atau menikmati sunset, tetapi juga mencari destinasi yang mampu merangkum waktu, ruang, budaya, kuliner, dan lanskap alam dalam satu pengalaman yang utuh," ujar Simone. 

Menurut dia, konsep tersebut diwujudkan melalui rancangan kawasan bertingkat yang menghubungkan area tebing hingga garis pantai. Setiap area memiliki fungsi berbeda, mulai dari ruang bersantap, lokasi menikmati panorama Samudra Hindia, hingga akses langsung menuju pantai. 

Selain menghadirkan hiburan musik, pengelola juga melibatkan sanggar seni lokal untuk menampilkan pertunjukan tari Bali secara rutin. Langkah itu dilakukan agar wisatawan dapat menikmati budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman berwisata.

Marketing Manager Klive Beach Club Jehan Khaleda mengatakan pihaknya ingin menghadirkan hiburan yang tetap memberi ruang bagi pelestarian seni tradisional Bali.

"Kami bekerja bersama sanggar lokal agar seni Bali memperoleh ruang yang patut, berkelanjutan, dan dihormati, bukan sekadar ditempatkan sebagai ornamen pariwisata," kata Jehan. 

Di sektor kuliner, Klive memadukan hidangan Italia dengan bahan baku lokal dan hasil laut Nusantara. Menu disusun mengikuti perubahan suasana sepanjang hari, mulai dari sajian ringan pada siang hari hingga menu makan malam. 

Executive Chef Marco Petriacci menegaskan kualitas menjadi aspek utama dalam penyajian makanan.

"Bagi kami, mutu bukanlah ruang untuk kompromi. Setiap bahan, teknik, konsistensi, dan rasa harus dijaga dengan disiplin serta penghormatan yang setara dengan standar restoran terbaik," ujarnya. 

Selain menikmati panorama laut, wisatawan juga dapat mengikuti berbagai aktivitas bahari seperti clear kayak, stand-up paddle, dan snorkeling sesuai kondisi cuaca dan pasang surut. Kawasan tersebut juga kerap dimanfaatkan untuk acara keluarga, makan malam romantis, hingga perhelatan privat, seiring meningkatnya minat wisata berbasis pengalaman di Bali. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |