Pangkogabwilhan III: Abdon Kisamdu akui ingin beli senjata di Yahukimo.
REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengungkapkan bahwa Abdon Kisamdu, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, mengakui rencana pembelian senjata api di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pengakuan ini diperoleh setelah yang bersangkutan ditangkap di Bandara Nop Goliat, Dekai, pada Sabtu (19/9).
Letjen Lucky Avianto dalam keterangannya di Timika, Senin (21/9), menjelaskan bahwa Abdon Kisamdu telah melakukan tiga kali transfer uang kepada seseorang berinisial BA di Yahukimo. Transaksi tersebut bertujuan untuk membeli senjata api ilegal.
"Sesuai kesepakatan dengan BA, Abdon Kisamdu akan menerima senjata api tersebut di kali Distrik Dekai, Yahukimo. Pelaku mengaku baru pertama kali membeli senjata api di Yahukimo yang bukan menjadi daerah operasi Kelompok TPNPB-OPM yang dipimpinnya," ujar Lucky Avianto.
Dijemput Ipar dan Transaksi di Kali Seng
Diketahui, Kodap 35 Bintang Timur yang bermarkas di Kabupaten Pegunungan Bintang dipimpin oleh Ananias Ati Mimin. Abdon Kisamdu sendiri menjabat sebagai Wadanyon di kelompok tersebut. Aparat menemukan bukti percakapan di WhatsApp dan media sosial dari gawai milik pelaku yang menunjukkan arahan untuk bertransaksi dengan BA di Kali Seng Yahukimo.
"Abdon Kisamdu menuturkan setibanya di Bandara Nop Goliat Dekai, dia akan dijemput dan diantarkan ke lokasi pembelian senjata api oleh saudara iparnya berinisial KP. Namun rencana tersebut gagal setelah dirinya diciduk dan diamankan oleh Satgas Kopasgat dan Satgas Mandala Koops TNI Habema di bandara," jelas Pangkogabwilhan III.
Pengejaran Pemasok Senjata
Saat ini, aparat TNI tengah menelusuri keberadaan BA yang disebut-sebut sebagai salah satu pemasok senjata api bagi kelompok TPNPB-OPM. Penangkapan terhadap Abdon Kisamdu dilakukan oleh pasukan Yon 426 Pasgat dan Satgas Mandala Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III.
Pelaku yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri itu dibekuk setelah aparat menerima informasi pergerakannya. TNI lebih dulu mengamankan akses keluar-masuk bandara sehingga pelaku langsung ditangkap setibanya di lokasi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
3
















































