REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG --Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru yang digelar di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, dan fakultas di lingkungan Unisba.
Tahun ini, lima mahasiswa baru non-Muslim memilih Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Dua di antaranya adalah I Gusti Agung Ayu Lely Pramesthi, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang beragama Hindu, dan Josuan Samuela Tandiah, mahasiswa Teknik Pertambangan yang beragama Kristen Protestan.
Menuruy Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., animo pendaftar ke Unisba mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun ajaran ini. Jumlah pendaftar tercatat mencapai 8.000 orang, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar di angka 5.000 pendaftar.
Dari total pendaftar tersebut, jumlah mahasiswa yang melakukan registrasi untuk semua jenjang—mulai dari S1, profesi, magister, spesialis, hingga doktor—mencapai kurang lebih 2.600 mahasiswa baru," ujar Prof Harits.
Dalam sambutannya, Prof Harits pun mengajak mahasiswa baru menjadikan Unisba sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi diri, sekaligus mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Selamat datang di Universitas Islam Bandung. Selamat datang di rumah baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan jati diri, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” kata Prof Harits.
Prof Harits mengatakan, mahasiswa baru bahwa sejak awal berdirinya pada 1958, Unisba memiliki amanah untuk melahirkan calon pemimpin yang Faqih Fiddin. Menurutnya, konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pemahaman nilai-nilai Islam.
“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” katanya.
Rektor menjelaskan, seorang profesional yang Faqih Fiddin adalah mereka yang mampu mengintegrasikan keahlian dengan nilai-nilai Islam. Ilmu yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, “Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful”. Rektor menekankan bahwa kecerdasan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan akademik.
“Beyond Intelligence mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu yang kita miliki mampu membentuk cara kita bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
.png)
3 hours ago
4















































