Menteri Israel Ancam Cabut Kewarganegaraan Sutradara Film NAZA

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, mengancam akan mencabut kewarganegaraan dua sutradara film dokumenter NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Zohar menuduh kedua sineas tersebut telah mengkhianati Israel, sehingga layak untuk dicabut kewarganegaraannya.

"Kebencian terhadap diri sendiri yang berkobar dalam diri para sutradara, yang rela mencelakai Tanah Air hanya demi mendapat tepuk tangan dari para antisemit di seluruh dunia, sungguh tidak masuk akal dan merupakan pengkhianatan terhadap negara. Sebagai Menteri Kebudayaan, saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel mereka," kata Zohar dilansir laman Variety, Senin (14/9/2026).

Ancaman itu disampaikan Zohar setelah dokumenter itu mendapat penghargaan Special Jury Prize di Festival Film Venesia. Pada penayangan perdananya di festival, NAZA juga meraih standing ovation terlama dalam sejarah festival tersebut yaitu mencapai 25 menit.

Saat menerima penghargaan di Venesia, Yuval Abraham mengaku tidak mudah berdiri di panggung tersebut karena memikirkan begitu banyak serangan dari politikus dan jurnalis Israel. "Sejujurnya, tidak mudah berdiri di sini, sambil memikirkan semua politikus dan jurnalis Israel yang kini menyerang film ini dan menyangkalnya bahkan sebelum mereka tonton. Begitu banyak hal dilakukan agar kita tidak melihat kenyataan," kata Abraham.

Sutradara peraih Oscar untuk film No Other Land yang digarap bersama sineas Palestina Basel Adra dan Hamdan Ballal, menegaskan bahwa penyangkalan terhadap kejahatan justru mendukung kejahatan itu terus berlangsung. Karenanya menurut dia, penting bagi warga Israel untuk menonton film NAZA.

"Maka dari itu sangat penting bagi kami agar warga Israel menonton film ini. Negara kami sendirilah yang melakukan kejahatan-kejahatan tersebut," kata Abraham.

Dia juga menyerukan masyarakat Eropa terutama Italia untuk menonton film tersebut. Pasalnya menurut dia pemerintah Italia dan Jerman turut menghambat upaya untuk menekan Israel agar menghentikan genosida di Gaza.

"Untuk warga Amerika kalian juga harus menontonnya, karena negara kalianlah yang mendanai sebagian besar pembunuhan ini," kata Abraham.

Kepala bagian dokumenter The Guardian sekaligus salah satu produser NAZA, Lindsay Poulton, menyambut penghargaan tersebut. la mengatakan pengakuan dari dewan juri Festival Film Venesia menjadi bukti kekuatan film yang menggabungkan penceritaan sinematik dengan jurnalisme independen dan berani.

"Kami bangga bekerja sama dengan para sutradara yang berani dan berbakat ini, dan seperti mereka kami berharap film ini akan kembali menarik perhatian terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza," kata dia.

Film berdurasi 80 menit ini menyoroti penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Al) oleh militer Israel untuk menargetkan warga Palestina di Gaza. NAZA merupakan hasil investigasi yang berlangsung selama hampir tiga tahun. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |