Pengguna mendengarkan lagu di Spotify (ilustrasi). Spotify mengambil peran sebagai penghubung antara karya musisi dan telinga calon pendengar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Era melimpahnya pilihan musik digital menghadirkan tantangan, salah satunya bagi pendengar. Problem utamanya bukan lagi mencari lagu, melainkan menemukan karya yang benar-benar personal dan menyentuh hati.
Pilihan yang melimpah sering kali memicu kebingungan. Spotify mengambil peran sebagai penghubung antara karya musisi dan telinga calon pendengar. Bagi para kreator yang tengah meniti karier, mereka sering kali hanya membutuhkan satu momentum atau satu terobosan besar untuk mengukuhkan nama di kancah arus utama.
Hadirnya playlist kurasi editorial dinilai menjadi batu pijakan awal yang berharga bagi para musisi pendatang baru untuk masuk ke dalam ekosistem pendengar lebih luas. Head of Editorial for Southeast Asia, Boon Ken Wong, menekankan betapa krusialnya keberadaan kurator manusia dalam memandu pendengar di tengah lautan pilihan.
“Di luar sana terdapat banyak pilihan dan itu justru malah mempersulit proses pencarian musik. Menurut saya, itulah sebabnya kurasi oleh manusia kini menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Karena pertanyaan yang perlu dijawab adalah apa yang sebetulnya penting? Sebagai human curator kita bisa membawakan pengalaman dan pengetahuan lokal,” ujar Boon Ken Wong pada acara IdeaTalk yang diselenggarakan di Jakarta, pada akhir pekan lalu.
Pendekatan yang dilakukan Spotify tidak sekadar menyusun daftar lagu populer, melainkan menggunakan seni bercerita (storytelling). Narasi di balik pembuatan karya, latar belakang budaya, hingga perjalanan emosional sang musisi menjadi elemen penting untuk membangun ikatan dengan pendengar.
Wong mengenalkan salah satu pendekatan ini melalui fitur Editorial Watch Feed yang menyoroti kisah mendalam di balik fenomena musik tertentu. “Apa yang sudah kita lakukan adalah pemanfaatan dari format bercerita. Karena, di zaman sekarang ini, konteks dari musik itulah yang akan membantu pendengar untuk membuat keputusan. Salah satunya kami lakukan melalui Editorial Watch Feed ketika membahas musik Thai Rock yang datang langsung dari pengalaman salah satu editor kami, Touch,” ujar Wong.
.png)
1 hour ago
2















































