Surveyor Indonesia dan Batik Capital bersinergi mendorong pembiayaan hijau.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Surveyor Indonesia (Persero) bersinergi dengan Batik Capital Connect Pte. Ltd. untuk mendorong pembiayaan proyek ramah lingkungan dan ekonomi inklusif. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem ESG dan keuangan berkelanjutan di Indonesia.
Kerja sama ini menjadi respons atas tantangan perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, serta kebutuhan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat. Fokus utama ditujukan pada pengembangan proyek berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan.
Direktur Niaga dan Operasi PT Surveyor Indonesia Euis Emalia Noor mengatakan, penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Bagi kami, penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan bukan hanya tentang membangun sistem yang kredibel, tetapi bagaimana memastikan bahwa setiap inisiatif yang didorong dapat memberikan dampak nyata, baik dalam bentuk lingkungan yang lebih baik, peluang ekonomi yang lebih merata, maupun pembangunan yang lebih berkelanjutan,” kata Euis dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/3036).
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak mendorong lahirnya lebih banyak proyek berdampak, mulai dari infrastruktur ramah lingkungan hingga perluasan akses pembiayaan sektor hijau. Selain itu, penguatan standar transparansi, tata kelola, dan pengukuran dampak menjadi fokus agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Founder dan Managing Director Batik Capital Connect Adam M Grabow menilai tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan proyek, tetapi pada pemanfaatan data untuk keputusan pembiayaan. “Banyak data dan inisiatif sudah tersedia, namun belum sepenuhnya terstruktur dan selaras dengan kebutuhan institusi keuangan. Dengan memperkuat keterhubungan antara hasil yang terverifikasi dan kebutuhan permodalan, kita dapat membuka peluang agar pembiayaan benar-benar mengalir ke proyek-proyek yang berdampak,” ujar Adam.
Sinergi ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program yang dijalankan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Melalui langkah ini, kedua pihak menargetkan percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. Selain itu, proses transformasi juga diharapkan berjalan lebih inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
.png)
7 hours ago
4















































