Jamaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). Sebanyak 1.275 jamaah calon haji dari Kabupaten Kediri akan diberangkatkan menuju tanah suci dalam 4 kloter.
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Wacana war ticket haji atau sistem pembelian tiket langsung/perebutan tiket keberangkatan haji menuai pro kontra. Wacana itu muncul mengingat panjangnya antrean daftar tunggu haji di berbagai daerah di Indonesia.
Pro kontra mengenai wacana itu juga muncul di kalangan para calon jamaah haji (calhaj). Salah satunya disampaikan seorang calhaj asal Kabupaten Indramayu, Susyani (48 tahun). Ia mengaku setuju dengan wacana itu.
“Kalau saya pribadi sih ya senang, soalnya ada harapan bisa berangkat lebih cepat kan,” ujar Susyani kepada Republika, Senin (13/4/2026).
Ia mendaftar haji pada 2020 lalu. Ia pun harus menunggu belasan tahun lagi untuk bisa berangkat haji.
Meski demikian, Susyani pun mempertanyakan rasa keadilan bagi para calhaj yang selama ini sudah menunggu lama dalam antrean. Jika ticket war diberlakukan, maka mereka bisa kehilangan kesempatan untuk segera berangkat, terutama bagi yang antreannya sudah dekat.
“Kasian sih sama yang antreannya sudah dekat. Apalagi mereka pasti sudah menunggu lama,” tuturnya.
Susyani juga mengaku kasihan dengan para calhaj yang buta teknologi dan tinggal di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan dalam mengakses internet. Apalagi jika calhaj tersebut sudah berusia lanjut.
“Gimana nanti para calhaj yang sudah sepuh (berusia lanjut), yang terbatas dalam mengakses internet,” tuturnya.
Seorang calhaj lainnya, Fajar (58), mengaku tidak setuju dengan ticket war. Ia mengaku khawatir adanya potensi praktik percaloan haji jika menerapkan cara tersebut.
“Rawan potensi dijadikan ‘ladang’ oleh oknum nakal,” katanya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Effendy, mengatakan, sejauh ini belum ada sosialisasi dari Kementerian Haji dan Umrah ke daerah-daerah mengenai wacana ticket war tersebut. “Belum ada,” katanya.
.png)
3 hours ago
1
















































