S&P Global Ratings memperingatkan tekanan fiskal yang meningkat, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit.
![]()
S&P Ingatkan Tekanan Fiskal, Prospek Peringkat Indonesia Dibayangi Risiko. (Foto: S&P)
IDXChannel - S&P Global Ratings memperingatkan tekanan fiskal yang meningkat, khususnya kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit Indonesia dan dapat berujung pada aksi penurunan peringkat.
Melansir dari Bloomberg, sovereign analyst S&P Global Ratings Rain Yin mengatakan dalam webinar kawasan Asia Pasifik pada Kamis (26/2/2026), pembayaran bunga utang ‘sangat mungkin’ melampaui ambang batas penting 15 persen dari pendapatan pemerintah tahun lalu.
Jika rasio tersebut bertahan di atas ambang itu secara berkelanjutan, hal tersebut dapat mendorong pandangan yang lebih negatif terhadap peringkat Indonesia.
Meski S&P belum mengubah outlook stabil atas peringkat BBB Indonesia, pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang kian meluas terhadap posisi fiskal nasional.
Pada awal Februari, Moody’s Ratings Inc. mengubah outlook peringkat Baa2 Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan alasan melemahnya tata kelola dan meningkatnya risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
.png)
2 hours ago
1














































