REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir berharap proyek tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab persoalan darurat sampah sekaligus menghadirkan energi bersih bagi masyarakat.
"Sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Danantara telah bergerak cepat melanjutkan mandat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional, termasuk di Kota Bekasi," ujar Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Pandu mengatakan pengembangan PSEL Kota Bekasi dilakukan melalui proses yang terstruktur dan profesional. Ia menyebut proyek tersebut telah melalui tahapan evaluasi ketat untuk memastikan pelaksanaannya memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Menurut Pandu, salah satu tahapan penting dalam pengembangan proyek tersebut adalah proses evaluasi yang berlangsung pada 2 Januri hingga 30 Januari 2026. Dia menyampaikan sebanyak enam konsorsium telah menyerahkan proposal, namun hanya dua konsorsium yang berhasil lolos setelah melalui proses seleksi.
"Dari enam konsorsium tersebut, hanya dua konsorsium yang berhasil lolos evaluasi dan kita menggunakan energi hijau dan memberdayakan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan EU-IED atau European Industrial Emission Directive," ungkapp Pandu.
Pandu menargetkan PSEL Kota Bekasi mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun. Dia memproyeksikan kpasitas tersebut dapat menangani sekitar 70 persen timbulan sampah yang terolah di Kota Bekasi.
Pandu menyebut manfaaut proyek tersebut tidak hanya terkait dengan penanganan sampah, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap lingkungan. Ia meyakini SEL Kota Bekasi dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen serta mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara karbon dioksida per tahun.
"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi," ucap Pandu.
Pandu menyampaikan proyek PSEL Kota Bekasi memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Selain menghasilkan energi bersih, Pandu memperkirakan, pembangunan fasilitas ini mampu menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau dan mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah hingga sekitar 90 persen.
Pandu menegaskan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah atau pihak tertentu. Pandu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan sampah yang kini menjadi tantangan bersama.
"Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah," kata Pandu.
.png)
2 hours ago
1

















































