Rahasia di Balik Keputusan Mendadak Putin Hentikan Perang Sambut Paskah

1 week ago 14

Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika peralatan tempur mulai mendominasi parit-parit pertahanan, sebuah perintah mengejutkan turun dari meja Kremlin. Vladimir Putin meminta senjata berhenti menyalak. Namun, apakah ini murni demi kesucian Paskah, atau bagian dari skakmat geopolitik yang lebih besar?

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan langsung penghentian sementara operasi militer di seluruh wilayah Distrik Militer Utara dalam rangka perayaan Paskah Ortodoks.

Instruksi itu disampaikan kepada Menteri Pertahanan Andrei Belousov dan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov sebagai bagian dari langkah yang diklaim bernuansa kemanusiaan.

"Sehubungan dengan hari raya Paskah Ortodoks yang akan datang (Kebangkitan Kristus yang Gemilang), gencatan senjata diumumkan mulai pukul 16.00 pada tanggal 11 April hingga akhir hari pada tanggal 12 April," lapor Kremlin, sebagaimana diberitakan RT dan Ria Novosti.

Namun, di balik pernyataan yang terdengar menenangkan itu, terselip kewaspadaan yang tetap tinggi. Moskow menyatakan bahwa langkah ini dilakukan dengan asumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti. Pada saat yang sama, pasukan Rusia tetap diperintahkan siaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan provokasi di lapangan.

Pernyataan ini datang di tengah dinamika konflik yang belum sepenuhnya mereda. Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy justru menyerukan gencatan senjata yang lebih luas, seiring berkembangnya konteks global, termasuk meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kremlin merespons dengan nada tegas, menyatakan bahwa Kyiv seharusnya tidak sekadar menyerukan jeda tempur, tetapi menunjukkan keseriusan dalam proses negosiasi damai.

Pengalaman masa lalu menjadi latar yang tidak bisa diabaikan. Tahun sebelumnya, Rusia juga mengumumkan gencatan senjata Paskah yang disebut diterima oleh pihak Ukraina.

Namun, setelah periode tersebut berakhir, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan lebih dari 4.900 pelanggaran yang dituduhkan kepada pihak Ukraina. Catatan ini membuat gencatan senjata kali ini dibayangi skeptisisme.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |