REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT — Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy di Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. dipercepat setelah disepakati pemerintah pusat dan daerah. Enam daerah di Jabar siap memasok ribuan ton sampah setiap hari sebagai bahan baku.
Kesepakatan ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Proyek ini menjadi salah satu langkah mengurangi beban sampah sekaligus menghasilkan energi.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Arief Perdana mengatakan, proyek PSEL Sarimukti sudah masuk dalam rencana nasional. “Sudah disepakati bahwa sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025 untuk pengembangan PSEL dilakukan juga di Sarimukti,” kata Arief," Rabu (8/4/2026).
Pemprov Jawa Barat mendapat tugas menyiapkan lahan sekitar 25 hingga 26 hektare yang berdekatan dengan lokasi TPAS Sarimukti saat ini. Proses pinjam pakai kawasan hutan tengah dipercepat setelah adanya arahan Presiden.
“Nanti kita minta surat dari pa gubernur untuk Menhut (Menteri Kehutanan) untuk segera diterbitkan persetujuan pinjam pakai kawasan hutannya, kita sudah berproses. Kebutuhannya itu sekitar 25 atau hampir 26 hektare,” kata Arief.
Selain lahan, pasokan sampah juga telah dipastikan dari enam daerah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta. Total kebutuhan sampah mencapai lebih dari 3.400 ton per hari.
Pemprov Jawa Barat juga menghadapi tantangan penyediaan air untuk operasional PSEL. Kebutuhan air diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter kubik per hari, sementara sumber air di sekitar lokasi masih terbatas.
“Air ini kami masih mencoba untuk mengkaji tugas kami karena memang untuk PSEL ini dibutuhakan air yang cukup banyak, sekitar 1.000 meter kubik per hari. Sedangkan kondisi eksisiting sekarang terbatas Sarimukti, sungainya kecil debitnya, tidak akan cukup jadi harus ada kajian terkait sumber air,” kata Arief.
Untuk pembangunan konstruksi, pemerintah daerah menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Proyek ini direncanakan dibiayai oleh PT Danantara bersama mitra sehingga tidak membebani anggaran daerah.
“Dari segi pembiyaan sudah jelas konstruksi nanti akan di cover langsung Danantara dan mitranya, jadi kita tidak mengeluarkan biaya. Tapi ada proses lagi, sehingga perkiraan saya mungkin akhir tahun 2026 atau awal 2027 (dimulai pembangunan),” kata Arief.
PSEL Sarimukti diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus mendorong pemanfaatan energi dari limbah.
.png)
1 week ago
23















































