Presiden Minta Antrean Haji Dipangkas Lagi, Kemenhaj Berharap Tambahan Kuota Besar dari Saudi

1 hour ago 1

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menunjukkan informasi terkait fasilitas tenda jamaah calon haji Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah mengecek secara langsung kesiapan layanan akomodasi di tenda Mina serta akses jalur pergerakan jamaah menuju Jamarat guna menjamin kelancaran dan kenyamanan saat puncak ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengupayakan percepatan masa tunggu keberangkatan haji menyusul arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang meminta antrean jamaah haji dipangkas lebih pendek dari rata-rata 26 tahun yang berlaku saat ini.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kebijakan penyetaraan masa tunggu menjadi rata-rata 26 tahun merupakan langkah administratif untuk mengurangi kesenjangan antrean antarwilayah yang sebelumnya mencapai 49 tahun di sejumlah daerah.

"Betul, dari 49 tahun terlama sekarang menjadi sama semuanya 26 tahun masa tunggu. Itu adalah waktu administratif, tetapi secara faktual yang berangkat pada 2026 dan 2027 nanti sudah berada pada masa tunggu 13-14 tahun," ujar Dahnil saat dihubungi Republika, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap persoalan panjangnya antrean haji yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mencari berbagai terobosan agar calon jamaah dapat berangkat lebih cepat.

Dahnil mengakui upaya memangkas masa tunggu lebih lanjut bukan perkara mudah. Salah satu skenario yang tengah diharapkan pemerintah adalah adanya penambahan kuota haji Indonesia secara signifikan dari pemerintah Arab Saudi."Kita berharap ke depan ada skema dimana penambahan kuota terjadi besar-besaran,"tegas dia.

Kendati demikian, Dahnil menegaskan peningkatan kuota harus dibarengi dengan kesiapan layanan yang memadai. Menurut dia, tantangan terbesar bukan hanya mendapatkan tambahan kuota, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan bagi jamaah tetap terjaga."Tantangannya kita harus lebih siap dengan pelayanan terhadap jamaah yang sangat besar sekali berangkat,”kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |