PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyoroti rendahnya akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di sektor informal (non-fixed income).
![]()
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyoroti rendahnya akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di sektor informal (non-fixed income). (Foto: Ist)
IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menyoroti rendahnya akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di sektor informal (non-fixed income). Padahal, segmen pekerja informal mendominasi struktur angkatan kerja nasional dengan porsi lebih dari 60 persen.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengungkapkan, meski dominan, jumlah pekerja informal yang berhasil mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berada di bawah angka 10 persen. Situasi ini dinilainya menunjukkan ketimpangan yang menjadi prioritas perseroan dalam mendorong inklusi keuangan yang lebih merata di sektor properti.
“Kita lihat pekerja non-fixed income itu lebih dari 60 persen, tapi yang mendapatkan KPR selama ini masih di bawah 10 persen,” ujar Hirwandi dalam media briefing di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Selama ini, sistem perbankan cenderung memprioritaskan pekerja dengan penghasilan tetap (fixed income). Hal ini membuat kelompok pedagang kecil, pelaku usaha mikro, hingga pekerja lepas (freelancer) kerap menemui kendala administratif dan persyaratan perbankan saat mengajukan kredit hunian.
Sebagai solusi, BTN mulai memperkenalkan skema Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR perumahan yang dirancang khusus mengikuti karakteristik keuangan sektor informal. Skema ini menawarkan bunga rendah yang kompetitif namun dengan tenor yang lebih panjang.
.png)
3 hours ago
1
















































