Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencakup impor minyak dan gas USD15 miliar.
![]()
Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Ketahanan Energi Nasional di Tengah Gejolak Timur Tengah (Foto: dok Freepik)
IDXChannel – Perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang mencakup impor minyak dan gas USD15 miliar berpotensi mengancam ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Research & Engagement Lead Indonesia Energy Transition IEEFA, Mutya Yustika mengatakan, komitmen tersebut mencakup hampir setengah dari total impor migas Indonesia, sehingga berpotensi memusatkan ketergantungan pasokan pada satu negara.
“Risiko yang terkandung dalam klausul energi ART dapat membatasi fleksibilitas perencanaan energi nasional dan berpotensi melemahkan keamanan energi jangka panjang serta ketahanan ekonomi Indonesia,” ujar Mutya dalam laporan terbaru dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Rabu (11/3/2026).
Dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat dengan menggantikan sebagian pasokan dari Timur Tengah. Komitmen tersebut mencakup impor LPG senilai USD3,5 miliar, minyak mentah USD4,5 miliar, serta bensin olahan sebesar USD7 miliar.
Sebagai perbandingan, nilai impor minyak dan gas Indonesia pada 2025 tercatat mencapai USD32,8 miliar, dengan porsi impor dari Amerika Serikat sekitar USD3 miliar. Jika kesepakatan ART dijalankan, nilai impor energi dari AS berpotensi melonjak lima kali lipat menjadi sekitar USD15 miliar per tahun.
.png)
1 hour ago
2














































