Ilustrasi mensyukuri nikmat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Jangan pernah sesekali mengira bahwa nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita meliputi segala hal seperti kesehatan, kekayaan, pangkat, dan apapun itu akan bertahan selamanya.
Bahkan, nikmat duniawi tersebut bisa hilang sekejap. Artinya, nikmat yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia tidaklah abadi, melainkan dapat hilang dan berubah. Apa pasal?
Seringkali hilangnya nikmat disebabkan oleh kekufuran terhadap nikmat tersebut, ketidakbersyukuran, pemborosan, dosa-dosa, atau meremehkannya.
Al-Manawi berkata dalam kitabnya berjudul Fayd al-Qadir menjelaskan sebagai berikut:
حسن الجوار لنعم الله من تعظيمها، وتعظيمها من شكرها، والرمي بها من الاستخفاف بها، وذلك من الكفران، والكفور ممقوت مسلوب، ولهذا قالوا: الشكر قيد للنعمة الموجودة، وصيد للنعمة المفقودة.
“Memperlakukan secara baik nikmat-nikmat Allah adalah bentuk penghormatan terhadapnya, dan menghormatinya adalah bentuk syukur, sedangkan mengabaikannya adalah bentuk meremehkan, dan itu termasuk kekufuran. Orang yang kufur adalah orang yang dibenci dan dirampas nikmatnya. Karena itu mereka berkata: ‘Syukur adalah pengikat bagi nikmat yang ada, dan penangkap bagi nikmat yang hilang’.”
Allah SWT mengingatkan tentang pentingnya bersyukur dengan memperlakukan nikmat baik tersebut terekam dalam surat Al-Anfal ayat 53.
.png)
13 hours ago
5
















































