Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp59,35 Triliun, Didominasi Surat Utang

13 hours ago 3

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal dalam empat bulan pertama tahun ini masih cukup kuat.

 Ist)

OJK mencatat tren penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal dalam empat bulan pertama tahun ini masih cukup kuat. (Foto: Ist)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal dalam empat bulan pertama tahun ini masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global. Hingga 5 Mei 2026, nilai penghimpuan dana mencapai Rp59,35 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 persen berasal dari penerbitan surat utang atau obligasi dan sukuk. Dominasi efek tersebut mengingat minimnya penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada awal tahun.

"Capaian ini tentu saja menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia yang didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang dan atau sukuk senilai Rp58,9 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).  

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menilai, kuatnya penghimpunan dana di pasar modal menunjukkan ketangguhan investor domestik dalam menyerap instrumen investasi yang ditawarkan. Dia mengungkapkan, jumlah investor pasar modal hingga akhir kuartal I-2026 tercatat naik menjadi 24,7 juta single investor identification (SID), bahkan sudah mencapai 26 juta saat ini.

"Jadi, ini juga menunjukkan confidence (kepercayaan) ya terhadap pasar modal Indonesia dengan masuk banyaknya investor-investor ritel domestik di pasar modal Indonesia," kata Kiki.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |