Petugas mengarahkan pesawat Boeing 777-300er Garuda Indonesia yang membawa kepulangan jamaah haji kloter pertama di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Senin (15/6/2026). Sebanyak 393 jamaah haji kloter pertama asal kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar tiba di tanah air setelah menunaikan ibadah di tanah suci.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membentuk task force atau satuan tugas lintas kementerian untuk mengoptimalkan pemanfaatan penerbangan haji sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji dan pariwisata nasional.
Salah satu fokus utama program ini adalah memanfaatkan penerbangan yang selama ini kembali kosong dari Arab Saudi untuk mengangkut wisatawan Timur Tengah ke Indonesia.
Pembentukan task force tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan.
Dahnil mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi sekaligus persiapan penyelenggaraan haji 2027.
"Presiden memberikan arahan agar pesawat yang mengantar jamaah haji tidak kembali dalam kondisi kosong. Karena itu kami berkoordinasi dengan Kemenhub, Kemenpar, dan Garuda Indonesia untuk menyiapkan langkah-langkah konkret sehingga penerbangan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia," ujar Dahnil saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, pemerintah Indonesia telah memperoleh izin dari otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sehingga maskapai Indonesia dapat mengangkut penumpang pada penerbangan kembali dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Selama ini, sebagian penerbangan yang mengantar jamaah haji ke Arab Saudi harus kembali ke Indonesia tanpa penumpang atau dikenal sebagai empty flight. Melalui program baru ini, kapasitas kursi yang kosong tersebut akan dimanfaatkan untuk membawa wisatawan dari Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Dahnil menilai langkah itu sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan penyelenggaraan haji tidak hanya sebagai aktivitas ibadah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.
.png)
3 hours ago
1
















































