
Menpora Erick Thohir bersama Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: Kemenpora)
JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyatakan sikap tegas mendukung penuh langkah cepat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual yang mencoreng lingkungan Pelatnas panjat tebing. Ketua Umum (Ketum) NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pihaknya berdiri sejalan dengan Menpora Erick Thohir untuk memastikan tidak ada ruang kompromi bagi siapa pun yang merusak integritas dunia olahraga.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sedang melakukan investigasi internal untuk mengusut dugaan kekerasan seksual di Pelatnas panjat tebing. Raja Sapta Oktohari menilai persoalan ini serius dan harus ditangani secara obyektif tanpa ruang kompromi.
Menurut Okto, segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak boleh terjadi di dunia olahraga. Terlebih lagi jika berlangsung di pelatnas yang semestinya menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang dan mengejar prestasi. Dia pun menyatakan dukungannya kepada Menpora Erick dan jajarannya untuk mengawal proses investigasi yang dilakukan FPTI.
1. Komitmen untuk Keamanan Atlet
“Saya begitu prihatin mendengar kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing ini terjadi di pelatnas. NOC Indonesia mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menpora Erick Thohir untuk memastikan kasus ini diusut secara obyektif, transparan, profesional, dan berkeadilan," kata Okto dikutip dari rilis resmi Kemenpora RI, Selasa (3/3/2026).
"Lingkungan pelatnas harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh atlet untuk berkembang dan berprestasi. Atlet harus merasa terjamin keamanannya, dihormati dan dilindungi,” tambahnya menegaskan.
Menpora Erick Thohir bersama Ketum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Foto: Kemenpora)
Sejalan dengan langkah Erick Thohir, NOC Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam perlindungan atlet. Pengawalan investigasi dilakukan melalui Safeguarding Task Force yang saat ini ikut memantau proses berjalan.
Okto menjelaskan program safeguarding telah diimplementasikan sejak 2024 sebagai langkah sistematis. Program itu menjadi komitmen moral sekaligus tanggung jawab institusional untuk memastikan setiap atlet berlatih dan berprestasi di lingkungan yang aman serta inklusif.
.png)
14 hours ago
3
















































