'Neraka Bocor’ di Eropa, 40 Tewas Tenggelam di Prancis

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Cuaca panas ekstrem yang mendera sebagian Eropa kian mematikan. Setidaknya 40 warga Prancis tewas tenggelam saat berenang di area tanpa pengawasan selama beberapa hari terakhir sementara negara itu mencatat rekor hari terpanasnya. 

“Ada bencana tenggelam yang tragis,” kata Perdana Menteri Sébastien Lecornu pada Selasa dilansir the Guardian. “Angka terbaru yang kami terima adalah 40 kematian sejak 18 Juni. Sebagian besar korban adalah kaum muda.”

Lecornu bersiap memimpin pertemuan krisis dengan para menteri untuk mengatasi gelombang panas ganas di awal musim panas yang menyebabkan sebagian wilayah barat Prancis menderita suhu di atas 40 derajat Celcius. 

“Kami sedang mengalami episode dengan intensitas yang luar biasa,” kata Lecornu. “Setiap hari dan setiap malam, rekor suhu lokal dan nasional dipecahkan.” Layanan cuaca nasional, Météo-France, mengatakan bahwa Selasa adalah hari terpanas sejak pengukuran dimulai pada tahun 1947. 

“Termometer bahkan naik hingga 44,3 Celcius di Pissos (Landes),” katanya di media sosial. “Banyak kota mengalami suhu ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya, apa pun bulannya, termasuk suhu 42,1 derajat Celcius di Bordeaux.” 

Météo-France mengatakan 54 departemen telah ditempatkan di bawah peringatan gelombang panas merah karena panas yang “menindas dan melelahkan” menyelimuti sekitar separuh wilayah negara tersebut. Dikatakan bahwa suhu pada malam hari juga merupakan yang terpanas sejak 1947.

Pengelola Menara Eiffel dan Louvre, dua tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di dunia, mengatakan pada hari Selasa bahwa suhu yang sangat panas telah memaksa mereka untuk mempersingkat jam buka. Operator Menara Eiffel mengatakan menara itu akan “ditutup ketat” pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat – lebih dari delapan jam lebih awal dari biasanya – dan “sangat mungkin” akan melakukan hal yang sama pada hari Rabu. 

Louvre mengatakan akan tutup dua jam lebih awal dari Rabu hingga Sabtu. “Meskipun bagian dari bangunan bersejarahnya secara alami tangguh, museum ini tetap rentan dan tidak cukup beradaptasi terhadap perubahan iklim,” kata manajemen museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu dalam sebuah pernyataan. 

“Penumpukan panas paling besar terjadi menjelang penghujung hari dan semakin diperkuat dengan tingginya jumlah pengunjung.” 

Pada Selasa pagi, indeks panas nasional Perancis, rata-rata tertinggi siang dan malam yang diukur di 30 stasiun cuaca di seluruh Perancis, mencapai rekor 29,8 derajat Celcius, kata Meteo-France, mengutip data sementara. Rekor sebelumnya sebesar 29,4 Celcius terjadi pada gelombang panas pada Agustus 2003 dan Juli 2019.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |