Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kanan) bersama Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi (kedua kanan) menyicipi makanan siap saji (RTE) untuk jamaah haji usai Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Menteri Haji dan Umrah menyatakan tahun ini ada penambahan dua embarkasi di Banten dan Jogja, pelunasan haji reguler mencapai 95,42 persen, proses pemeriksaan istithaah kesehatan lebih diperketat, dan kebutuhan bumbu dapur buat Haji sekitar 600 ton.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan dapur penyedia konsumsi bagi jamaah haji Indonesia di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah, Arab Saudi, memenuhi standar kualitas, kebersihan, serta menghadirkan cita rasa nusantara.
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf dalam keterangan diterima di Jakarta, Ahad (15/2/2026), menyatakan bahwa untuk memastikan layanan konsumsi berjalan optimal dan higienis maka dilakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap dapur aktif oleh jajaran pimpinan Kemenhaj.
"Aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis, memenuhi standar keamanan pangan. Pengecekan juga dilakukan menyeluruh mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan," kata dia.
Menurut dia, penyedia konsumsi jamaah haji akan menggunakan bumbu masakan asli dari Indonesia, termasuk beras. Kebijakan itu diambil untuk menjaga konsistensi rasa dan memastikan jamaah tetap dapat menikmati hidangan dengan cita rasa yang akrab seperti di tanah air.
"Pemerintah juga meminta agar pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di Indonesia, sehingga kualitas tekstur dan rasa nasi tetap terjaga," kata dia.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1










































