Mendiktisaintek: Riset Kampus Tak Boleh Berhenti di Jurnal, Harus Jadi Produk

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta Forum Rektor Indonesia (FRI) memperkuat kolaborasi antarkampus guna mempercepat hilirisasi riset dan inovasi. Menurutnya, hasil penelitian di perguruan tinggi harus mampu menjawab persoalan bangsa serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Kalau kita dapati banyak persoalan, justru di situlah peran perguruan tinggi. Kita perlu melakukan banyak terobosan. Kita perlu menghasilkan karya-karya yang mampu menjadi solusi bagi bangsa," kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Brian menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan tata kelola pendidikan tinggi sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata.

Mantan Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah. Karena itu, kolaborasi lintas perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri perlu terus diperkuat.

Menurut Brian, sinergi tersebut akan mempercepat lahirnya inovasi yang dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, maupun solusi yang memiliki dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperluas internasionalisasi perguruan tinggi, memperkuat riset kolaboratif, serta meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian melalui proses hilirisasi. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor Indonesia Garuda Wiko menegaskan FRI akan terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi dalam menghasilkan pemikiran strategis bagi pembangunan nasional.

Berbagai program kolaboratif FRI saat ini difokuskan pada sektor-sektor strategis, antara lain pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, kemaritiman, dan pertahanan. Program tersebut dijalankan melalui tiga komisi serta sejumlah kelompok kerja tematik.

"Harapannya, FRI dapat menjadi supporting system kebijakan, platform dialog, forum kolaboratif untuk riset dan inovasi, serta wadah peningkatan standar akademik di perguruan tinggi," ujar Garuda Wiko.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |