Manfaatkan Skema Direct Call, UMKM Sulawesi Utara Berhasil Ekspor Arang Tempurung Kelapa ke China

4 hours ago 2

Layanan direct call memangkas rantai distribusi dan mempercepat waktu pengiriman.

REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG - Upaya kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Bea Cukai, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan direct call Bitung-China mulai menunjukkan hasil. Untuk pertama kalinya, pengiriman arang tempurung kelapa hasil produksi UMKM Sulawesi Utara dilakukan secara langsung menggunakan peti kemas internasional dan kapal internasional milik SITC Lines dengan skema direct call dari Pelabuhan Bitung menuju ke China.

Pada pengiriman perdana tersebut, produk yang dikirim sebanyak 25 ton dan diangkut menggunakan kontainer berukuran 40 feet. Produk arang tempurung kelapa dikemas menggunakan karung berstandar Dangerous Goods (DG) guna memenuhi persyaratan pengiriman internasional yang ditetapkan negara tujuan. Pengiriman ini menjadi bagian dari pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang berangkat dari Pelabuhan Bitung menuju China.

Pada pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang dilaksanakan pada Senin (22/6/2026), tercatat muatan ekspor sebanyak 114 kontainer yang berasal dari 16 perusahaan eksportir di Sulawesi Utara. Komoditas yang diangkut meliputi produk turunan kelapa, arang tempurung kelapa, kopi, produk perikanan, rempah-rempah, dan berbagai komoditas unggulan lainnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan direct call semakin dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai sarana untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Bitung sebagai gerbang ekspor kawasan timur Indonesia.

Ketua Sulut Go Ekspor, Alan Harvey Palar, menyampaikan layanan direct call memberikan kemudahan bagi eksportir karena memangkas rantai distribusi dan mempercepat waktu pengiriman. "Keberadaan jalur pelayaran langsung dari Bitung membuka peluang yang lebih besar bagi produk Sulawesi Utara untuk bersaing di pasar global sekaligus mendorong lahirnya eksportir-eksportir baru dari daerah," kata Harvey.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Adeltus Lolok, mengatakan keberhasilan ekspor langsung tersebut menjadi bukti manfaat direct call mulai dirasakan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM.

"Seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memastikan layanan ini tidak hanya mendukung eksportir yang telah mapan, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM untuk mengakses pasar internasional dengan biaya logistik yang lebih efisien, waktu pengiriman yang lebih singkat, dan daya saing yang semakin kuat," kata Adeltus.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |