Korban Pelecehan Seksual FH Ul Bisa Alami Trauma Hingga Depresi

9 hours ago 5

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra menyampaikan keterangan pers terkait kasus kekerasan seksual di gedung Pusgiwa UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026). BEM Ul mengutuk keras dan tegas atas tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh 16 terduga pelaku dari mahasiswa Fakultas Hukum Ul serta mendesak pihak rektor untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian atau drop out terhadap pelaku dan mengimbau masyarakat untuk menjaga dan menghargai privasi korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dugaan kasus pelecehan seksual berbasis digital yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia menjadi sorotan. Selain aspek hukum, dampak psikologis yang dialami korban dinilai serius dan tidak bisa dianggap sepele.

Guru besar psikologi Ul, Prof Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa korban pelecehan seksual umumnya mengalami rasa tidak nyaman dan trauma. Pengalaman menjadi korban pelecehan tersebut turut memengaruhi gambaran diri atau konsep diri korban.

"Dampaknya bagi orang yang dibicarakan itu pasti tidak nyaman. Ini juga berdampak pada bagaimana orang itu mempersiapkan dirinya nantinya," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Selasa (14/4/2026).

Selain itu, korban juga berpotensi mengalami penurunan kepercayaan diri dan dihantui rasa takut. Menurut Prof Rose, ketakutan akan kembali menjadi bahan pembicaraan orang lain dapat memicu kecemasan berkepanjangan. Kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik, dapat berkembang menjadi stres kronis serta depresi.

"Korban sering merasa cemas karena takut dibicarakan lagi atau dinilai oleh orang lain. Lama-kelamaan, stres tersebut bisa berkembang menjadi depresi dan akhirnya bisa macam-macam," ujar Rose.

Dalam beberapa kasus, lanjut Prof Rose, korban juga sering kali memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup.

Untuk itu, Prof Rose menekankan pentingnya pendampingan psikologis untuk membantu memulihkan mental korban. Selain oleh profesional, dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat diperlukan karena bangkit dari trauma membutuhkan proses yang tidak instan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |