Khutbah Jumat: Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya

8 hours ago 5

JAKARTA - Hati adalah nahkoda dari amal tindakan dan perbuatan manusia yang perlu diperhatikan kondisinya, terlebih di kehidupan modern saat ini yang serba sibuk dan cepat. Pasalnya, manusia kerap lebih memperhatikan penampilan fisik dan luar, tetapi di hatinya dipenuhi berbagai penyakit seperti riya’, dengki, hasad, dan buruk sangka, yang akan berdampak pada perilakunya.

Lantas bagaimana mengobati berbagai penyakit dan menjaga kondisi hati ini? Hal ini yang akan disampaikan dalam Khutbah Jumat berjudul “Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya”, yang dilansir dari NU Online.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَرْشِدُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ هَادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللّٰهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا، فَهَدَى اللّٰهُ بِهِ الْأُمَّةَ، وَكَشَفَ بِهِ الْغُمَّةَ، فَجَزَاهُ اللّٰهُ خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللّٰهِ، فَأُوصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَظِيمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: ﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾ [الحج: ٤٦]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia adalah satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan apa pun, berbeda dengan segala sesuatu, tidak membutuhkan tempat dan arah, serta Maha Suci dari bentuk dan ukuran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat an-Nu’man bin Basyir)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |