Kementerian Perindustrian terus memperkuat industri minyak atsiri nasional melalui langkah hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk.
![]()
Kementerian Perindustrian terus memperkuat industri minyak atsiri nasional melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk. (Foto: Dok. Kemenperin)
IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat industri minyak atsiri nasional melalui langkah hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk. Upaya ini dinilai krusial untuk memaksimalkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama minyak atsiri dunia sekaligus memperbesar dampak ekonomi komoditas tersebut bagi pasar domestik.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, kinerja ekspor minyak atsiri ke pasar mancanegara terus menunjukkan tren positif.
Mengacu pada data perdagangan 2025, realisasi ekspor produk minyak atsiri nasional dengan kode HS 3301 tercatat mencapai USD348,7 juta atau setara Rp6,2 triliun. Angka tersebut melesat 34,4 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar USD259,5 juta.
“Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Gumiwang dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).
Capaian sepanjang 2025 tersebut menempatkan Indonesia sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kelima di dunia, setelah India, Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Brasil. Pada periode yang sama, nilai ekspor minyak atsiri global mencapai sekitar USD6,49 miliar, naik dari USD6,29 miliar pada 2024.
.png)
3 hours ago
3















































