Kemenag Gelar Nikah Fest, Pengantin Baru Bisa Nyicil Rumah Bersubsidi Rp 500 Ribu per Bulan

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar "Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo" di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). Puluhan pasangan yang mengikuti program nikah massal tersebut mendapat kemudahan memiliki rumah melalui skema pembiayaan rumah bersubsidi.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Muhammad Syafi'i mengatakan, program yang menikahkan 50 pasangan secara gratis tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu pasangan muda membangun keluarga yang kokoh sejak awal pernikahan.

Menurut dia, Nikah Fest tidak hanya memfasilitasi akad nikah massal, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan pendukung bagi pasangan baru, termasuk akses terhadap program rumah bersubsidi hasil kerja sama Kementerian Agama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Tadi ada dari Kementerian Perumahan. Rupanya yang nikah hari ini juga mendapat kemudahan untuk kredit rumah murah karena Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujar Romo Syafi'i saat menyampaikan nasihat pernikahan dalam acara tersebut. 

Ia mengaku merasakan sendiri sulitnya memiliki rumah pada awal membangun rumah tangga. Romo mengatakan dirinya menikah pada 1984, namun baru mampu memiliki rumah sendiri sekitar 20 tahun kemudian setelah bertahun-tahun mengontrak.

"Saya dulu kawin tahun 1984, baru bisa punya rumah tahun 2004. Dua puluh tahun sewa sana, sewa sini, kontrak sana, kontrak sini," ujarnya.

Karena itu, ia menilai fasilitas yang kini diberikan pemerintah menjadi kabar baik bagi pasangan yang baru menikah. Menurut dia, setelah akad nikah selesai, pasangan dapat langsung mengakses program rumah bersubsidi dengan cicilan yang relatif ringan.

"Tapi Anda yang hari ini, walaupun agak lama nunggu orang pidato, begitu selesai tanda tangan bisa pilih rumah murah yang angsurannya berapa sebulan? Berapa? Lima ratus ribuan. Itu sudah seharga kontrak. Jadi mereka membayangkan kontrak rumah, tapi pada waktu tertentu lunas menjadi milik sendiri," katanya.

Romo menilai kebijakan tersebut merupakan berkah yang menyertai program Nikah Fest. Selain membantu meringankan beban ekonomi pasangan muda, kemudahan memiliki rumah diharapkan memperkuat ketahanan keluarga sejak awal pernikahan.

Menurut dia, salah satu tantangan pasangan yang telah siap menikah adalah tingginya biaya memulai kehidupan berumah tangga, termasuk kebutuhan tempat tinggal.

"Banyak yang sudah sampai pada keputusan menikah, tetapi membayangkan proses dan pembiayaan sehingga mereka menunda niat sucinya. Kehadiran negara melalui Kementerian Agama membuat kesulitan itu hari ini bisa diatasi," katanya.

Selain nikah massal, Nikah Fest juga menghadirkan bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga sakinah, literasi keuangan, literasi zakat, hingga pameran industri pernikahan syariah. Menurut Romo Syafi'i, rangkaian program tersebut diharapkan mampu melahirkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang menjadi fondasi masyarakat dan bangsa.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |