Kalsel Siapkan Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

3 hours ago 3

Pemprov Kalsel mitigasi kemarau panjang untuk jaga produksi padi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas produksi padi di atas 1 juta ton serta meminimalkan risiko penurunan hasil panen di wilayah sentra pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, di Banjarbaru, Selasa, menyatakan bahwa langkah mitigasi dilakukan dengan memperkuat infrastruktur sumber daya air. Ini termasuk penyediaan sumur pompa serta sistem pompanisasi untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah daerah juga melakukan pengerukan sungai guna memperlancar distribusi air ke areal persawahan serta menyiapkan pembangunan embung bekerja sama dengan sektor kehutanan sebagai cadangan air saat musim kemarau berlangsung.

Syamsir menyebutkan bahwa pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan produksi padi tetap terjaga meski terjadi kemarau panjang melalui penerapan strategi mitigasi yang tepat. Petani di Kalimantan Selatan telah terbiasa menghadapi kondisi kemarau panjang dengan memanfaatkan metode lokal untuk menjaga kelembaban lahan dan mengoptimalkan sumber air yang tersedia.

Peralatan pompanisasi yang sebelumnya telah disalurkan pemerintah masih dapat dimanfaatkan kembali oleh petani, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga produktivitas lahan. Syamsir juga menekankan pentingnya pencegahan kebakaran lahan dengan penggunaan alat panen modern seperti combine harvester yang mampu memotong hingga lapisan bawah tanaman sehingga tidak menyisakan bahan mudah terbakar.

Menurutnya, sisa batang tanaman yang tertinggal di lahan menjadi pemicu utama kebakaran saat musim kemarau, sehingga penggunaan teknologi panen modern menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian risiko. Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan tambahan berupa bantuan pompanisasi berkapasitas lebih besar untuk mempercepat distribusi air ke lahan pertanian, khususnya di wilayah yang rentan terdampak kekeringan.

Wilayah prioritas penanganan meliputi sejumlah daerah seperti Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar, termasuk kawasan sentra hortikultura dan pertanian pangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak kemarau panjang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |