Kala Maksiat Menguasai Hati

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, Maksiat secara sederhana adalah segala perbuatan yang melanggar perintah Allah dan melakukan sesuatu yang dilarang-Nya, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun hati. Maksiat juga dapat menjauhkan seseorang dari mengingat-Nya. Ketika hati dikuasai maksiat, seseorang perlahan kehilangan kesadaran untuk berbuat baik, meninggalkan sikap ihsan, dan semakin jauh dari jalan yang diridhai Allah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Ad-Da' wa ad-Dawa menjelaskan, maksiat menjauhkan pelakunya melakukan perbuatan baik. Maksiat menjauhkan sang pelaku dari sikap ihsan dan mencegah pahala orang yang berbuat baik.

Sebenarnya, jika menguasai hati, ihsan dapat mencegah seseorang dari perbuatan maksiat. Orang tidak dapat beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, kecuali ia ingat kepada-Nya, cinta kepada-Nya, takut kepada-Nya, dan penuh harap kepada-Nya.

Ihsan tersebut akan menghalangi dirinya dari keinginan berbuat maksiat, apalagi terjerumus ke dalamnya. Jika keluar dari sikap ihsan, seseorang harus menyadari bahwa ihsan merupakan sahabat yang berguna, yang menyenangkan dan menyejahterakan. Kalau menghendaki kebaikan, Allah menetapkannya kepada orang mukmin. Jika melakukan maksiat dengan sengaja, seseorang dinilai tidak beriman.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak akan berzina seorang pezina, sekiranya saat melakukannya ia beriman kepada Allah. Tidak akan meminum khamr seorang peminum sekiranya saat ia meminum, ia beriman kepada Allah. Tidak akan mencuri seorang pencuri, sekiranya saat mencuri ia beriman kepada Allah. Tidak akan mengambil harta (ghanimah), seseorang ketika orang-orang sedang berpaling darinya sekiranya saat ia merampas, ia beriman kepada Allah."

Maksiat juga dapat membawa manusia semakin jauh dari Allah SWT. Ketika seseorang melupakan Allah, ia juga dapat dibuat lupa terhadap dirinya sendiri, kehilangan perhatian terhadap keselamatan dunia dan akhirat, hingga terjerumus dalam kefasikan. Alquran mengingatkan umat Islam agar tidak menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, karena pada akhirnya mereka dibuat lupa kepada diri mereka sendiri.

Dalam Ad-Da' wa ad-Dawa diterangkan bahwa kemaksiatan membuat seseorang melupakan Allah dan Dia pun akan melupakan dan membiarkan dirinya bersama setan. Saat itulah ia binasa dan tidak mungkin mengharapkan keselamatan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS Al-Ḥasyr Ayat 18-19)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |