Sejumlah anak mengaji di depan tenda saat pengajian Tadarus Al Quran di Masjid Al Mutaqin, Pemancar RRI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026). Pengajian dalam rangka Nuzululquran (malam turunnya kitab suci Al Quran) tersebut untuk mendidik santri rajin membaca Al Quran terutama pada bulan Ramadhan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada satu kegelisahan yang tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan manusia: ketakutan terhadap masa depan dan kesedihan atas kehilangan. Sebesar apa pun kekayaan, setinggi apa pun jabatan, dan secanggih apa pun teknologi, manusia tetap tidak mampu sepenuhnya menghapus dua perasaan tersebut dari hatinya.
Karena itulah Allah SWT mengutus para rasul.
Kehadiran para rasul bukan sekadar membawa ajaran agama atau mengajarkan tata cara ibadah. Mereka datang membawa kabar gembira bagi manusia yang ingin menempuh jalan kebenaran dan membawa peringatan bagi mereka yang memilih berpaling dari petunjuk Allah.
Melalui para rasul, Allah menunjukkan jalan yang dapat mengantarkan manusia kepada ketenangan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Sebaliknya, para rasul juga mengingatkan manusia agar tidak mempersekutukan Allah, tidak berbuat zalim, dan tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Alquran menegaskan misi agung tersebut dalam firman-Nya:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Wa mā nursilul-mursalīna illā mubasysyirīna wa munżirīn, faman āmana wa aṣlaḥa falā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanūn.
"Para rasul yang Kami utus itu hanyalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS Al-An'am: 48)
Ayat ini mengandung janji yang sangat besar. Allah tidak menjanjikan bahwa orang beriman akan terbebas dari ujian hidup. Mereka tetap bisa kehilangan harta, mengalami sakit, menghadapi kegagalan, bahkan ditinggalkan orang-orang yang dicintai.
Namun ada sesuatu yang berbeda.
Orang-orang yang beriman dan mengikuti ajaran para rasul memiliki fondasi keyakinan yang membuat mereka mampu berdiri tegak ketika badai kehidupan datang. Mereka tidak dikuasai ketakutan berlebihan terhadap masa depan dan tidak tenggelam dalam kesedihan ketika musibah menimpa.
Mengapa?
Karena mereka memahami bahwa segala sesuatu berada dalam ketetapan Allah SWT.
Ketika kehilangan harta, mereka bersabar. Ketika ditimpa penyakit, mereka berikhtiar sambil bertawakal. Ketika orang yang dicintai dipanggil menghadap Allah, mereka menahan air mata dengan keyakinan bahwa setiap jiwa pasti akan kembali kepada-Nya.
.png)
5 hours ago
2




































