Petugas membantu jamaah calon haji yang berkursi roda menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Ka

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Ada pemandangan berbeda seiring dimulainya kedatangan jamaah haji gelombang kedua. Terminal Ajyad yang biasanya cukup lengang sejak tiga hari terakhir mulai padat, terutama menjelang dan seusai sholat fardu. Jamaah bahkan harus berdesak-desakan menuju pintu pemberangkatan bus.
Kepala Pos (Kapos) Terminal Ajyad, M. Rifat Sitorus, mengatakan, kepadatan ini terjadi karena jamaah haji yang masuk Makkah semakin banyak, termasuk jamaah asal Indonesia.
"Gelombang kedua yang dari Jeddah sudah mulai datang di Tanah Haram, sehingga pemadatan di Ajyad sudah mulai bertambah 3 hari ke depan sampai nanti seterusnya," kata Sitorus saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di terminal, Sabtu (9/5/2026) malam.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), per Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 orang jamaah dan 1.209 petugas kloter telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi.
Sementara itu, pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jamaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah, tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 orang jamaah dan 113 petugas kloter telah tiba. Selain itu, sebanyak 2.958 orang jamaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.
.png)
2 hours ago
1















































